
Penulis: Jati
TVRINews, Yogyakarta
Harga daging ayam di Pasar Tradisional Prawirotaman, Kota Yogyakarta, telah mengalami kenaikan sejak awal Ramadan. Jika sebelumnya berada di kisaran Rp38 ribu per kilogram, kini harga naik menjadi Rp40 ribu per kilogram.
Kenaikan harga dipicu oleh terbatasnya stok di tengah tingginya permintaan masyarakat. Untuk memenuhi kebutuhan, pedagang terpaksa mendatangkan pasokan dari luar kota.
Salah satu pedagang, Yayuk, mengatakan bahwa meski harga naik, permintaan daging ayam ras justru meningkat selama Ramadan. Jika sebelum Ramadan ia menjual sekitar 50 kilogram per hari, maka pada bulan Ramadan penjualannya mampu mencapai 70 kilogram per hari.
Untuk memenuhi suplai, para pedagang biasanya mengambil stok dari rumah pemotongan hewan di Segoroyoso, Bantul.
Yayuk memperkirakan harga masih berpotensi naik hingga mendekati Lebaran. Meski demikian, ia berharap pasokan tetap lancar agar aktivitas jual beli tetap berjalan.

"Harapannya yang penting lancar terus dalam jualan dan laku walaupun harga naik jika barangnya ada tidak apa-apa," kata Yayuk kepada tvrinews.com, Selasa, 24 Februari 2026.
Selain itu, selama Ramadan ia juga menjual ayam ras berukuran kecil dengan harga lebih tinggi, yakni Rp45 ribu per kilogram. Menurutnya, ayam berukuran kecil lebih diminati, terutama oleh pelaku usaha, karena dianggap memiliki rasa yang lebih gurih.

"Untuk yang ukuran kecil Rp45 ribu, kenaikan dikarenakan peternak kosong dan harus mengambil dari luar kota jadi ongkos transport barangnya naik," ucapnya.
Para pedagang menyebut kenaikan harga akan terjadi lima hari menjelang lebaran karena permintaan yang tinggi untuk pembuatan sajian makanan lebaran seperti opor.
Editor: Redaksi TVRINews
