Penulis: Dewi Siti
TVRINews – Yogyakarta
Sebanyak 19.000 warga Yogyakarta dari berbagai sektor pariwisata menerima santunan tahunan dalam upaya memperkuat jaring pengaman sosial.
Di tengah suhu udara yang cukup terik di kawasan Ngampilan, ratusan warga tetap berbaris rapi di lahan bekas pabrik tegel kunci. Mereka menanti giliran untuk menerima zakat tahunan yang diselenggarakan oleh produsen oleh-oleh ikonik Yogyakarta, Bakpia Pathok 25, pada Kamis 12 Maret 2026.
Kegiatan yang telah menjadi tradisi sejak tahun 2006 ini menyasar masyarakat ekonomi rentan, khususnya mereka yang menggantungkan hidup pada sektor transportasi dan pariwisata.
Pantauan di lapangan menunjukkan antrean didominasi oleh pengayuh becak, kusir andong, pengemudi ojek daring, hingga sopir angkutan wisata yang datang dari berbagai sudut Daerah Istimewa Yogyakarta.
Digitalisasi Verifikasi untuk Transparansi
Untuk memastikan distribusi berjalan tepat sasaran dan menghindari duplikasi penerima, penyelenggara menerapkan prosedur verifikasi yang ketat. Setiap warga diwajibkan membawa identitas asli serta menjalani pemindaian sidik jari dan pengenalan wajah (face recognition).
Lautan Hayes, perwakilan penyelenggara, menyatakan bahwa langkah ini merupakan bagian dari kewajiban korporasi sekaligus bentuk penghormatan terhadap nilai-nilai kebaikan yang diwariskan oleh para pendiri usaha.
"Ini adalah momentum bagi kami untuk menjalankan kewajiban berbagi. Sebagian besar penerima adalah rekan-rekan yang selama ini menggerakkan roda pariwisata di Yogyakarta," ujar Lautan Hayes kepada jurnalis. Ia juga menekankan pentingnya menjaga kondusivitas kota, "Kami menitipkan pesan agar semua pihak bersama-sama menjaga keistimewaan Yogyakarta."
Dampak Sosial bagi Masyarakat
Selama empat hari pelaksanaan yang dimulai sejak 9 Maret lalu, jumlah penerima manfaat tercatat telah melampaui angka 19.000 orang. Kebijakan tanpa kuota batas membuat antusiasme masyarakat tetap tinggi meski harus mengantre sejak siang hari.
Bagi para penerima, bantuan ini memiliki makna lebih dari sekadar nilai nominal. Yani Darujati, salah satu warga yang hadir, mengungkapkan bahwa santunan ini merupakan bantalan ekonomi yang sangat berarti di tengah bulan Ramadan.
"Agenda rutin dari Bakpia 25 ini kami syukuri sebagai rezeki tambahan. Ini sangat membantu untuk memenuhi kebutuhan pokok keluarga sehari-hari," kata Yani.
Aksi filantropi ini diharapkan tidak hanya menjadi seremoni tahunan, tetapi juga mampu mempererat solidaritas sosial dan membantu meringankan beban ekonomi masyarakat di tengah dinamika harga kebutuhan pokok yang fluktuatif.
Editor: Redaktur TVRINews
