
Penulis: Salmon
TVRINews - Sulawesi Tenggara
Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara menyiapkan anggaran mencapai puluhan miliar rupiah untuk merehabilitasi rumah tidak layak huni bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Program ini fokus pada keluarga nelayan dan akan mulai dilaksanakan sepanjang tahun 2026.
Sebanyak sepuluh kabupaten dan kota di Sulawesi Tenggara dipastikan menerima bantuan Program Rumah Tidak Layak Huni. Empat di antaranya berada di daratan, yaitu Kabupaten Konawe, Bombana, Kolaka, dan satu daerah lain yang saat ini masih dalam tahap finalisasi.
Sedangkan enam daerah lainnya berada di wilayah kepulauan, meliputi Kabupaten Buton Utara, Buton Selatan, Kabupaten Muna, serta tiga daerah tambahan yang masih menunggu hasil penilaian.
“Pemerintah provinsi mengalokasikan anggaran sebesar Rp25 miliar untuk program ini. Anggaran bersumber dari APBD induk 2026 dan masih dapat bertambah melalui APBD perubahan. Setiap unit rumah diperkirakan akan menerima bantuan senilai Rp50 juta,” kata Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan Sulawesi Tenggara, Martin Efendi Patulak
Martin Efendi menambahkan, program rehabilitasi ini diprioritaskan bagi masyarakat berpenghasilan rendah yang tinggal di kawasan pesisir, khususnya permukiman nelayan.
Kebijakan ini sejalan dengan arahan Gubernur Sulawesi Tenggara untuk meningkatkan kualitas hunian warga, terutama keluarga nelayan yang selama ini tinggal di rumah kurang layak dan rentan terhadap cuaca ekstrem.
Pelaksanaan program juga akan disinergikan dengan pengembangan kampung nelayan Merah Putih, sehingga penataan kawasan permukiman dan peningkatan kualitas hunian dapat berjalan secara terpadu.
Seluruh tahapan program, mulai dari pendataan hingga penetapan penerima bantuan, melibatkan pemerintah kabupaten dan kota. Rehabilitasi rumah akan dilakukan secara swakelola, menyerupai skema bantuan stimulan perumahan swadaya.
Material bangunan disediakan melalui toko yang ditunjuk oleh kelompok penerima, sedangkan tenaga tukang dipilih langsung oleh warga. Pemerintah menargetkan seluruh rehabilitasi rumah dapat selesai sepenuhnya pada tahun 2026.
Editor: Redaksi TVRINews
