
Penulis: Tio Furqan Pratama
TVRINews- Padang, Sumatra Barat
Polisi Berlakukan Buka-Tutup Jalan di Sitinjau Lauik Pasca-Insiden Truk Trailer.
Jalur lintas utama Padang–Solok kembali menjadi sorotan setelah sebuah insiden membahayakan terjadi di kawasan Kelok S Panorama II, Kecamatan Lubuk Kilangan, Kota Padang, pada Rabu 4 februari 2026 .
Satu unit alat berat hampir menghantam barisan kendaraan di belakangnya setelah tali pengikat pada truk trailer pengangkut dilaporkan terputus. Insiden ini terjadi saat armada tersebut tengah berupaya menaklukkan tanjakan ekstrem Sitinjau Lauik.
Rekaman video amatir yang tersebar luas di jagat maya menunjukkan detik-detik dramatis saat muatan besar tersebut meluncur mundur akibat truk yang gagal menanjak. Beruntung, kesigapan para pengguna jalan dalam menghindar mencegah terjadinya korban jiwa dalam peristiwa mencekam tersebut.
Menyikapi situasi tersebut, Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Padang segera mengerahkan personel ke lokasi untuk mengamankan area dan mengurai kemacetan panjang yang sempat melumpuhkan arus logistik Sumatera.
Kepala Unit Brigade Motor (BM) Satlantas Polresta Padang, Ipda Andes Junaidi, mengonfirmasi bahwa penanganan di lapangan telah dilakukan sejak pukul 13.15 WIB
.
"Untuk mengurai kepadatan, kami menerapkan sistem buka-tutup jalan, baik dari arah Padang menuju Solok maupun sebaliknya," ujar Ipda Andes dalam keterangannya, Rabu sore.
Hingga menjelang petang, otoritas setempat melaporkan bahwa situasi mulai berangsur kondusif seiring dengan rampungnya proses penguatan kembali beban muatan pada truk yang bermasalah. Ipda Andes memastikan bahwa arus lalu lintas akan segera dinormalisasi.
Karakteristik jalur Sitinjau Lauik yang memiliki elevasi curam dan tikungan tajam tetap menjadi tantangan serius bagi kendaraan bertonase besar. Kepolisian memberikan peringatan tegas bagi para penyedia jasa transportasi dan pengemudi untuk melakukan pengecekan ganda terhadap kelaikan armada serta sistem keamanan muatan.
"Kami mengimbau pengguna jalan agar selalu bersabar dan tertib dalam antrean. Jangan saling mendahului demi keselamatan bersama," tegas Ipda Andes. Ia menambahkan bahwa dalam medan seberat Sitinjau Lauik, keselamatan harus menjadi prioritas mutlak di atas kecepatan.
Editor: Redaktur TVRINews
