
Pelabuhan Perikanan Nusantara Seluma Terbengkalai, Kini Jadi Tempat Memancing
Penulis: Deni putra
TVRINews, Bengkulu
Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) yang berada di Pasar Seluma, Kecamatan Seluma Selatan, Kabupaten Seluma, Bengkulu, hingga kini belum berfungsi optimal meski telah rampung dibangun hampir satu tahun lalu.
Fasilitas yang seharusnya menjadi pusat kegiatan perikanan itu justru lebih sering dimanfaatkan warga sebagai lokasi memancing.
Pantauan di lapangan menunjukkan tidak ada aktivitas kapal nelayan yang bersandar di dermaga. Area pelabuhan tampak sepi tanpa kegiatan bongkar muat. Beberapa warga terlihat memancing di sekitar dermaga, sementara sebagian lainnya duduk bersantai di pinggir pelabuhan.
Padahal, pelabuhan ini diharapkan menjadi penopang kegiatan perikanan masyarakat setempat. Namun kenyataannya, para nelayan lebih memilih menambatkan kapal di jembatan dekat permukiman karena dinilai lebih mudah dijangkau.
Sirwan, penjaga pelabuhan sekaligus nelayan, menjelaskan sejumlah alasan mengapa pelabuhan ini tidak diminati.
“Fasilitasnya belum memadai. Tidak ada tempat berteduh, jadi kalau siang panas sekali. Tempat duduk juga kurang,” kata Sirwan saat ditemui.
Selain fasilitas yang belum lengkap, jarak pelabuhan dari permukiman juga cukup jauh sehingga menyulitkan nelayan saat membawa peralatan dan hasil tangkapan.
Sirwan turut menyoroti kurangnya perhatian pemerintah daerah, khususnya Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Seluma.
“Seharusnya ada pembinaan rutin dari dinas. Ini kan wilayah binaan mereka, tapi sampai sekarang pendampingannya masih minim,” ujarnya.
Meski jarang disinggahi nelayan lokal, pelabuhan sesekali menjadi tempat berlabuh nelayan dari luar daerah, terutama ketika musim ikan. Kapal dari Muara Maras, Talo, dan wilayah sekitarnya pernah bermalam di area pelabuhan.
Namun kapal berukuran besar, seperti kapal mesin diesel, jarang masuk. Para nelayan menilai kondisi ombak yang tinggi membuat kapal besar sulit sandar dengan aman.
“Risikonya besar kalau kapal besar masuk. Ombaknya tinggi, tidak ada pemecah gelombang,” jelas Sirwan.
Ia berharap pemerintah dapat melengkapi fasilitas pendukung, khususnya pembangunan pemecah ombak, sehingga pelabuhan dapat berfungsi sebagaimana mestinya dan benar-benar membantu aktivitas nelayan Seluma.
Berdasarkan data yang diperoleh, PPN Pasar Seluma dibangun menggunakan anggaran pemerintah pusat melalui Provinsi Bengkulu dengan nilai sekitar Rp24 miliar. Pembangunan dilakukan dalam dua tahap pada 2023 dan 2024.
Saat ini, hanya terdapat dua bangunan baru di kawasan tersebut, sementara bangunan lainnya merupakan sisa fasilitas lama dari Tempat Pelelangan Ikan (TPI) yang sebelumnya sudah ada di lokasi.
Editor: Redaksi TVRINews
