
Penulis: Riadatussholihah
TVRINews, Kabupaten Lombok Timur
Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) memastikan seluruh jalur pendakian di Gunung Rinjani kini dalam kondisi aman dan layak digunakan, setelah dilakukan perbaikan serta evaluasi menyeluruh pasca penutupan sementara sebelumnya.
Kepala Sub Bagian Tata Usaha Balai TNGR Nusa Tenggara Barat, Astekita Ardiaristo, mengatakan selama masa penutupan, pihaknya melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap kondisi jalur serta memetakan potensi risiko di kawasan pendakian.
“Petugas secara rutin melakukan pemantauan untuk memastikan keselamatan pendaki sebelum jalur kembali dibuka,” ujar Astekita, Sabtu, 11 April 2026.
Selain itu, TNGR juga meningkatkan koordinasi dengan petugas lapangan, porter, dan pemandu wisata guna mempercepat respons jika terjadi kondisi darurat selama pendakian.
Perbaikan difokuskan pada titik-titik rawan dengan medan terjal dan tebing curam. Sejumlah fasilitas pendukung seperti jembatan besi dan tangga telah dipasang untuk meminimalisir risiko kecelakaan, khususnya di jalur ekstrem.
“Perbaikan dilakukan berdasarkan hasil evaluasi lapangan serta masukan dari petugas dan pemandu lokal,” tambah Astekita.
Tak hanya jalur pendakian, pihak TNGR juga membangun shelter di sejumlah pos peristirahatan guna meningkatkan kenyamanan dan keselamatan pendaki.
Meski jalur telah dinyatakan aman, pendaki tetap diimbau untuk mempersiapkan diri dengan baik, mulai dari kondisi fisik, perlengkapan standar, hingga memantau prakiraan cuaca sebelum mendaki. Pendaki juga diwajibkan melakukan registrasi resmi melalui sistem yang telah disediakan.
Pihak TNGR menegaskan, kepatuhan terhadap rambu dan arahan petugas tetap menjadi kunci utama keselamatan selama aktivitas pendakian di Gunung Rinjani.
Editor: Redaktur TVRINews
