
Penulis: Yudha Marutha
TVRINews, Denpasar
Ketua Majelis Ulama Indonesia Provinsi Bali, H. Mahrusun Hadyono, memastikan perayaan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948 yang bertepatan dengan malam takbiran Idulfitri 1447 Hijriah tetap berlangsung harmonis dan kondusif.
Momentum tersebut terjadi setelah pemerintah melalui Kementerian Agama Republik Indonesia menetapkan 1 Ramadan 1447 H jatuh pada 19 Februari 2026. Dengan demikian, Hari Raya Idulfitri diperkirakan berlangsung pada 20 Maret 2026, sementara Nyepi jatuh sehari sebelumnya, 19 Maret 2026.
Mahrusun menegaskan, pengalaman sebelumnya menunjukkan masyarakat Bali mampu menjaga toleransi antarumat beragama meski dua momentum keagamaan besar berlangsung bersamaan.
"Umat Islam tetap bisa melaksanakan takbiran dengan beberapa ketentuan. Hal ini sudah beberapa kali terjadi dan berjalan dengan baik," ujarnya, dikutip Kamis, 19 Februari 2026.
Dalam pelaksanaannya, umat Muslim di Bali diperbolehkan melaksanakan ibadah di masjid terdekat dengan berjalan kaki. Namun, kegiatan takbiran tidak diperkenankan menggunakan pengeras suara, lampu digunakan seminimal mungkin, serta durasi ibadah dibatasi tidak lebih dari dua jam.
Di sisi lain, umat Hindu menjalankan Catur Brata Penyepian yang meliputi amati geni (tidak menyalakan api atau lampu), amati karya (tidak bekerja), amati lelungan (tidak bepergian), dan amati lelanguan (tidak bersenang-senang).
Selama 24 jam, seluruh aktivitas di Bali dihentikan, termasuk operasional bandara dan pelabuhan, kecuali untuk layanan darurat.
Mahrusun menekankan pentingnya sikap saling menghormati dalam menyikapi perbedaan momentum keagamaan tersebut. Ia mengingatkan agar umat Islam tidak melakukan takbiran keliling menggunakan kendaraan selama Nyepi berlangsung.
"Kita bertoleransi. Kita harus saling menghargai. Intinya saling menghormati," tegasnya.
Menurutnya, sinergi antara tokoh agama, desa adat, aparat keamanan, dan pemerintah daerah menjadi faktor utama dalam menjaga keharmonisan. Bali pun dinilai tetap menjadi contoh praktik kerukunan antarumat beragama di Indonesia.
MUI Bali bersama pemerintah daerah mengimbau seluruh masyarakat untuk menjaga suasana tetap kondusif, sehingga perayaan Nyepi dan Idulfitri dapat berjalan khusyuk tanpa mengganggu satu sama lain.
Editor: Redaksi TVRINews
