Penulis: Yuntardi
TVRINews, Lampung
Kinerja Regional Lampung hingga 31 Maret 2024 tumbuh Akseleratif, Utamanya didukung oleh penyerapan belanja barang dan belanja pegawai dan dana desa. Namun untuk pendapatan masih perlu dioptimalkan.
Kepala Kantor Wilayah Ditjend Perbendahaan atau DJPB Provinsi Lampung Muhammad Doddi Fachrudin pada kegiatan desiminasi kajian fiskal regional yang digelar di kantor DJPB Provinsi Lampung mencatat pendapatan negara pada triwulan pertama untuk Provinsi Lampung tidak sebaik tahun sebelumnya. Pendapatan negara triwulan pertama tahun ini terealisasi sebesar 2,1 trilyun rupiah lebih atau sekitar 19,24 persen dari pagu yang ditetapkan. Angka ini menunjukkan terjadi kontraksi empat koma tujuh puluh tiga persen akibat penerimaan pajak masih menunjukkan kontraksi.
Sementara realisasi belanja APBN Lampung di triwulan pertama 2024 mencapai 7,62 triliun rupiah atau sudah mencapai 24,07 persen dari pagu belanja APBN sebesar 31,6 triliun rupiah. Kontribusi terbesar pertumbuhan realisasi belanja di triwulan I 2024 ini berasal dari komponen transfer ke daerah sebesar 5,20 Triliun dari Pagu 22,2 Triliun rupiah khususnya pada dana alokasi umum berjumlah 3,5 triliun rupiah dan dana alokasi khusus non fisik sebesar 985 Miliar Rupiah.
“Realisasi belanja APBN Lampung sampai dengan triwulan satu pendapatan ada banyak faktor terealisasi sebanyak 2,1 Tririliun atau sekitar 19,24 persen target yang kita tetapkan tahun 2024 dibandingkan tahun sebelumnya 4,73 meskipun dari sisi penerimaan pajak rata rata kontribusi terbesar BPN mengalami kontraksi 11 persen secara akumulasi 4,72 persen.“ Ujaran Muhammad Doddy Fachruddin Kakanwil DJPB Provinsi Lampung.
Editor: Rina Hapsari
