
Penulis: Christhoper Natanael Raja
TVRINews, Jateng
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sejumlah kejadian bencana di berbagai wilayah Indonesia berdasarkan laporan yang dihimpun sejak Senin, 16 Februari 2026 hingga Selasa, 17 Februari 2026.
Banjir terjadi di Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, pada Minggu, 15 Februari 2026. Hujan dengan intensitas tinggi memicu peningkatan muka air Kali Rambut sehingga meluap dan merendam Desa Tambakrejo, Bojongnangka, Wanamulya, dan Lawangrejo di Kecamatan Pemalang.
Sebanyak 1.445 unit rumah terdampak. Selain itu, tiga unit fasilitas umum, 13 unit fasilitas pendidikan, tujuh unit fasilitas ibadah, serta satu unit pabrik turut terendam.
BPBD Kabupaten Pemalang mengerahkan perahu karet untuk membantu mobilisasi warga. Berdasarkan pemantauan di lapangan, pada Senin, 16 Februari 2026, intensitas hujan mulai menurun dan genangan air berangsur surut.
Peristiwa serupa juga terjadi di Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, pada Senin, 16 Februari 2026.
Luapan Sungai Cacaban akibat hujan lebat menyebabkan banjir di Kecamatan Kramat dan Suradadi.
Tercatat 896 unit rumah terdampak. Satu unit rumah mengalami rusak berat dan satu orang warga mengalami luka ringan. Korban luka telah dibawa ke puskesmas terdekat untuk mendapatkan penanganan medis.
BPBD Kabupaten Tegal bersama dinas terkait mendirikan dapur umum dan menyalurkan bantuan kebutuhan dasar kepada warga. Pada hari yang sama, banjir dilaporkan telah surut.
Sementara itu, berdasarkan prakiraan potensi cuaca ekstrem dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), sebagian besar wilayah Indonesia berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai angin kencang pada 17 hingga 19 Februari 2026.
BNPB mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi.
Masyarakat diminta memantau informasi cuaca secara berkala, menjaga kebersihan saluran drainase, serta menyiapkan rencana evakuasi apabila hujan lebat berlangsung lebih dari satu jam dan mengurangi jarak pandang.
Pemerintah daerah bersama BPBD juga diharapkan memastikan kesiapan personel, peralatan, serta jalur evakuasi agar respons dapat dilakukan secara cepat dan terkoordinasi apabila terjadi kondisi darurat di lapangan.
Editor: Redaksi TVRINews
