
Penulis: Ama Boro Huko
TVRINews, NTT
Seminari Menengah San Dominggo Hokeng (SESADO) menggelar kegiatan live-in dan promosi sekolah di dua wilayah pelayanan, yakni Paroki St. Fransiskus Asisi Lamahora di Kabupaten Lembata dan Paroki St. Ignasius Waibalun di Kabupaten Flores Timur. Kegiatan berlangsung pada 4–9 Maret 2026.
Program ini menjadi bagian dari pembinaan calon imam sekaligus bentuk kehadiran seminari di tengah umat. Sebagai lembaga pendidikan calon imam tingkat menengah di bawah Keuskupan Larantuka, SESADO Hokeng menekankan pembentukan karakter, pendalaman spiritualitas, serta pengembangan kepekaan sosial.
Melalui kegiatan live-in, para seminaris tinggal bersama umat, terlibat dalam kehidupan menggereja, serta ikut merasakan dinamika sosial masyarakat.
Kegiatan tersebut melibatkan 205 peserta yang terdiri atas imam, frater, guru, pegawai, dan siswa. Di Lamahora, rombongan didampingi RD. Sandro Losor, RD. Ben Koban, dan RD. Ino Koten bersama para frater dan guru. Di Waibalun, kegiatan didampingi RP. Geby Muki, SVD, RD. Wens Herin, dan RD. Vila Lamawato bersama tim pembina.
Selama enam hari pelaksanaan, peserta mengikuti berbagai kegiatan seperti promosi sekolah ke puluhan SMP di wilayah Lembata dan Flores Timur, lomba seni meliputi paduan suara, band, dan tari kreasi, kerja bakti bersama umat, pertandingan olahraga persahabatan, katekese masa prapaskah, jalan salib tematis, serta pentas seni kolaboratif bersama siswa SMP.
Promosi sekolah menjangkau sedikitnya 34 SMP di wilayah Lembata dan 19 SMP di wilayah Kabupaten Flores Timur. Kegiatan ini memperkenalkan visi, misi, serta pola pembinaan di SESADO Hokeng sekaligus mengajak siswa kelas IX SMP mempertimbangkan panggilan menjadi imam melalui pendidikan seminari.
Rektor Seminari Menengah San Dominggo Hokeng, RD. Martinus Kapitan Sogen, menilai kegiatan live-in menjadi momentum membangun kedekatan emosional antara seminari dan umat.
“Seminari adalah jantung keuskupan. Melalui live-in, umat dapat melihat secara langsung proses pembinaan para calon imam, serta bersama-sama menumbuhkan benih-benih panggilan dalam diri anak-anak,” ujarnya, Kamis, 5 Maret 2026.
Selain kegiatan pastoral dan edukatif, program ini juga menjadi ruang ekspresi kreativitas siswa SMP melalui berbagai perlombaan seni. Antusiasme sekolah-sekolah diharapkan dapat mempererat kerja sama antara SESADO Hokeng dan lembaga pendidikan di wilayah Flores Timur serta Lembata.
Live-In dan Promosi Sekolah SESADO Hokeng 2026 diharapkan memperkuat relasi antara seminari dan umat sekaligus menghadirkan semangat baru dalam membangun Gereja lokal melalui lahirnya calon-calon imam yang peka terhadap kehidupan umat dan setia pada panggilan pelayanan.
Editor: Redaktur TVRINews
