
Banjir Bandang di Seram Bagian Barat: 19 Kampung Terisolir Akibat Hujan Deras
Penulis: Joshua Kaya
TVRINews, Maluku
Hujan deras yang mengguyur selama sepekan telah menyebabkan banjir bandang di wilayah Seram Bagian Barat, Maluku. Akibatnya, puluhan sungai meluap dan memutus akses jalur lalu lintas, mengisolasi sembilan belas kampung di kawasan tersebut.
Di Desa Luhu, Kecamatan Huamual, Kabupaten Seram Bagian Barat, akses lalu lintas darat terputus total. Kendaraan roda dua dan empat tidak dapat melintasi wilayah tersebut karena banjir yang diakibatkan oleh puluhan sungai yang meluap. Sungai-sungai ini belum memiliki jembatan permanen, sehingga menyebabkan putusnya akses ke beberapa kampung.
Kondisi ini berdampak signifikan bagi warga, memaksa mereka untuk mencari jalur alternatif. Banyak yang harus melintasi pesisir pantai, bahkan menggunakan perahu tradisional. Namun, jalur alternatif ini juga sulit dilewati karena intensitas hujan yang tinggi membuat perjalanan semakin berbahaya.
Seorang warga pengguna jalan, Zainuddin, menyatakan, "Kondisi seperti ini sudah sering terjadi setiap kali curah hujan tinggi, membuat aktivitas warga sulit terjangkau dan terhambat," ucapnya.
Selain itu, banyak sungai besar di wilayah tersebut hanya memiliki jembatan darurat yang terbuat dari batang pohon kelapa. Akibatnya, aktivitas warga di 19 kampung masih terganggu hingga kini, dan mereka terisolir dari Kecamatan Luhu dan kampung-kampung lainnya.
Untuk menggunakan moda transportasi laut, warga harus mengeluarkan biaya yang tidak sedikit. Pembangunan infrastruktur jalan di wilayah ini sebenarnya sudah dimulai sejak lima tahun lalu, namun belum sepenuhnya selesai. Terdapat sekitar dua puluh sungai yang masih belum memiliki jembatan permanen, sehingga lalu lintas kerap terganggu setiap kali musim hujan tiba.
Baca Juga: Kementerian ESDM Salurkan Bantuan 500 Unit PJU-TS Untuk Pemkab Majalengka
Editor: Redaktur TVRINews
