
Penulis: Masrul Fajrin
TVRINews, Surabaya
Suasana berbeda tampak di Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Surabaya. Ratusan petugas kebersihan, satpam madrasah, dan kaum dhuafa duduk bersahap bersama para pejabat dalam acara buka puasa bersama yang dikemas ala pondok pesantren.
Hidangan sederhana yang disajikan di atas daun pisang menjadi simbol kebersamaan tanpa memandang status sosial di bulan suci Ramadan.
Kegiatan yang sekaligus dirangkai dengan penyaluran paket zakat fitrah ini dihadiri oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Surabaya, Dr. Muhammad Muslim bersama jajaran pegawai Kemenag, perwakilan Kantor Urusan Agama (KUA), dan madrasah.
Acara ini merupakan bagian dari gerakan nasional pembagian dua juta paket zakat fitrah untuk keluarga kurang mampu di seluruh Indonesia, sekaligus menjadi wujud implementasi nilai-nilai kepedulian sosial di lingkungan Kemenag.
“Ini bagian dari kepedulian kita kepada saudara-saudara yang kurang mampu. Yang berbeda di Surabaya, kita makan satu talam bersama para dhuafa. Pejabat tidak makan sendiri, tetapi berbaur. Apa yang mereka makan, kita juga makan. Ini sebagai bentuk bahwa kita semua sama,” ujar Muhammad Muslim di kutip, Jumat, 13 Maret 2026.
Ia menegaskan bahwa tidak ada prasmanan mewah ataupun tempat duduk khusus bagi pejabat. Semua peserta menikmati hidangan nasi dan lauk pauk yang sama, dengan cara yang sama.
“Suasana makan ala pondok pesantren ini sengaja dihadirkan untuk menghilangkan sekat antara atasan dan bawahan. Mereka memiliki peran yang sama di negeri ini dan harus kita hormati,” tegasnya.
Dalam kegiatan tersebut, Kemenag Kota Surabaya menyalurkan 1.009 paket zakat fitrah dan bantuan sembako. Bantuan ini didistribusikan tidak hanya di kantor Kemenag kota, tetapi juga melalui KUA dan madrasah di seluruh Surabaya agar tepat sasaran dan menjangkau lebih banyak penerima manfaat.
Salah satu penerima bantuan, Muklas, petugas kebersihan di MAN Kota Surabaya, mengaku terharu dapat duduk dan makan bersama para pejabat.
“Saya merasa terharu karena pejabat seperti Kepala Kemenag Kota Surabaya bisa makan bersama kami. Rasanya seperti makan dengan teman sendiri,” tuturnya.
Ia juga menyampaikan rasa syukur atas bantuan sembako yang diterimanya.
“Saya sangat terbantu dengan sembako ini. Saya sudah hampir dua tahun bekerja di sini. Semoga kegiatan seperti ini terus berlanjut dari tahun ke tahun. Terima kasih kepada Kemenag Kota Surabaya yang peduli kepada kami,” ujarnya.
Kemenag Kota Surabaya menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat, tidak hanya sebagai pelaksana administrasi keagamaan, tetapi juga sebagai garda terdepan aksi kemanusiaan.
Kebersamaan yang terjalin di atas daun pisang ini diharapkan dapat menjadi agenda tahunan, sebagai wujud nyata nilai kepedulian sosial dan penguatan silaturahmi di bulan suci.
Editor: Redaktur TVRINews
