
Penulis: Makmur Hamdalah
TVRINews, Cirebon
Puncak perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili di Kota Cirebon, Jawa Barat, ditandai dengan penyalaan lilin raksasa di Vihara Dewi Welas Asih. Ibadah berlangsung khidmat dan mendapat pengamanan ketat dari kepolisian agar perayaan berjalan aman dan lancar.
Ratusan umat Konghucu dan Buddha memadati vihara untuk melaksanakan sembahyang malam Tahun Baru Imlek. Puncak ibadah ditandai dengan penyalaan lilin raksasa seberat seribu hingga dua ribu kati yang berasal dari para jemaat.
Lilin-lilin tersebut menjadi simbol harapan, semangat, serta pelita kehidupan dalam menyongsong tahun baru.
Sebanyak 250 personel dari Polres Cirebon Kota disiagakan di lima vihara di Kota Cirebon guna menjaga keamanan selama rangkaian perayaan berlangsung.
Kapolres Cirebon Kota, AKBP Eko Iskandar, mengatakan pengamanan dilakukan agar umat dapat beribadah dengan tenang dan nyaman.
“Kita melaksanakan pengamanan kepada saudara-saudara kita yang melaksanakan Imlek. Di Kota Cirebon ada lima titik vihara dan salah satunya di Vihara Dewi Welas Asih. Alhamdulillah sejauh ini kondusif dan kita mendukung serta saling menghormati sesama saudara kita. Personel ada 250 personel yang dikerahkan dan anggota stanby di vihara,” ujar Kapolres Cirebon Kota, AKBP Eko Iskandar, dikutip Selasa, 17 Februari 2026.
Pengurus Vihara Dewi Welas Asih, Hendra, menjelaskan rangkaian ibadah meliputi sembahyang malam dan penyalaan lilin sebagai simbol harapan di tahun baru.
“Rangkaian acara menyalakan lilin dan sembahyang malam menjelang Imlek. Makna penyalaan lilin ini semoga di tahun baru semangat dan segala keinginan tercapai,” kata Hendra.
Ia menambahkan, perayaan Imlek tahun ini sedikit berbeda karena tidak digelar perayaan Cap Go Meh secara besar-besaran. Langkah tersebut diambil sebagai bentuk toleransi lantaran waktunya berdekatan dengan bulan suci Ramadan.
Meski demikian, umat tetap dapat menjalankan ibadah dengan penuh khidmat sekaligus mempererat toleransi antarumat beragama di Kota Cirebon.
Editor: Redaktur TVRINews
