Penulis: Tio Furqan Pratama
TVRINews, Padang
Intensitas hujan tinggi yang mengguyur Kota Padang, Sumatera Barat, sejak Kamis, 1 Januari 2026 malam hingga Jumat, 2 Januari 2026 sore mengakibatkan banjir di sejumlah wilayah.
Kawasan Tunggul Hitam menjadi salah satu titik terparah setelah luapan Sungai Batang Kuranji merendam pemukiman, jalan raya, hingga area pemakaman umum.
Pantauan di lapangan menunjukkan genangan air setinggi 40 hingga 50 sentimeter melumpuhkan akses transportasi utama dari Simpang Tunggul Hitam menuju Dadok Tunggul Hitam dan Kurao Pagang.
Kendaraan roda dua dan mobil pribadi praktis tidak dapat melintas akibat derasnya arus.
Banyak pengendara sepeda motor yang nekat menerobos banjir berakhir dengan mesin kendaraan yang mati total.
Untuk mengurai kemacetan, arus lalu lintas dialihkan sementara melalui jalan tepian sungai di sekitar TPU Tunggul Hitam.
Namun, sebagian besar pengendara memilih memutar balik demi menghindari risiko kerusakan kendaraan yang lebih parah.
Dampak luapan Batang Kuranji juga merambah ke area Tempat Pemakaman Umum (TPU) Tunggul Hitam.
Hingga pukul 17.35 WIB, ketinggian air di area pemakaman mencapai 30 hingga 80 sentimeter, menyebabkan ratusan nisan hilang dari pandangan.
"Air mulai naik cepat sejak Jumat pagi. Hujan tanpa henti membuat luapan sungai dari hulu masuk ke pemakaman dengan arus yang sangat deras," ungkap Nedya (39), warga setempat.
Situasi ini memicu kekhawatiran bagi warga yang tinggal di sepanjang bantaran sungai, khususnya di Kelurahan Air Tawar Timur, Kecamatan Padang Utara. Warga mulai melakukan mitigasi mandiri seiring masuknya air ke dalam rumah.
"Air sudah setinggi mata kaki di dalam rumah. Kami mulai menaikkan perabotan ke tempat yang lebih tinggi sebagai antisipasi jika debit air terus meningkat," kata Putri (34), warga terdampak.
Hingga berita ini dimuat, hujan dengan intensitas ringan hingga sedang masih mengguyur wilayah Kota Padang. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mengimbau warga untuk tetap waspada terhadap potensi banjir susulan, mengingat debit air sungai yang masih belum stabil.
Editor: Redaktur TVRINews
