
Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran, menegaskan bahwa program tersebut menjadi salah satu prioritas pemerintah daerah dalam mewujudkan lingkungan permukiman yang lebih sehat, aman, dan layak huni
Penulis: Salmon
TVRINews, Kendari
Pemerintah Kota Kendari terus memperkuat upaya penanganan kawasan permukiman kumuh melalui program revitalisasi rumah tidak layak huni (RTLH). Tahun ini, Pemkot menargetkan 1.200 unit rumah untuk diperbaiki guna meningkatkan kualitas hunian masyarakat.
Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran, menegaskan bahwa program tersebut menjadi salah satu prioritas pemerintah daerah dalam mewujudkan lingkungan permukiman yang lebih sehat, aman, dan layak huni.
“Revitalisasi rumah tidak layak huni ini diharapkan mampu menekan angka kawasan kumuh secara signifikan, sekaligus memberikan dampak langsung terhadap peningkatan kenyamanan dan kesehatan masyarakat penerima manfaat,” ujarnya.
Berdasarkan data pemerintah daerah, jumlah rumah tidak layak huni di Kota Kendari saat ini masih sekitar 4.300 unit yang tersebar di berbagai wilayah. Kondisi ini menjadi perhatian serius sehingga penanganannya dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan.
Dalam pelaksanaannya, Pemkot Kendari menggandeng berbagai sumber pendanaan, mulai dari dana aspirasi DPR RI, dukungan program dari Kementerian Perumahan, hingga Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Kendari. Sinergi lintas sektor ini diharapkan dapat mempercepat penanganan kawasan permukiman kumuh.
Meski demikian, pemerintah menegaskan bahwa bantuan revitalisasi tidak diberikan secara merata tanpa seleksi. Terdapat sejumlah kriteria bagi penerima, di antaranya masyarakat berpenghasilan rendah, berpenghasilan di bawah upah minimum regional (UMR), serta terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).
Melalui mekanisme tersebut, Pemkot Kendari memastikan bantuan tepat sasaran dan benar-benar diterima oleh warga yang membutuhkan, sekaligus memperkuat komitmen dalam mewujudkan kota yang lebih layak huni secara berkelanjutan.
Editor: Redaksi TVRINews
