Penulis: Tio Furqan Pratama
TVRINews, Padang
Banjir yang melanda Kota Padang beberapa waktu yang lalu turut berdampak terhadap lahan pertanian.
Berdasarkan data dari Dinas Pertanian Kota Padang, dari 10,34 hektare lahan pertanian yang terdampak, 7,25 hektare diantaranya mengalami gagal panen.
Hal itu disampaikan oleh Kepala Dinas Pertanian Kota Padang, Yoice Yuliani.
Ia menyebut, lahan pertanian yang paling besar terdampak yaitu sawah dengan total kerugian mencapai puluhan juta rupiah.
"Berdasarkan informasi dari tiga Balai Penyuluh Pertanian (BPP), lahan pertanian yang paling besar terdampak banjir yakni sawah dengan total 7,25 hektare gagal panen," kata Kepala Dinas Pertanian Kota Padang Yoice Yuliani.
Baca Juga: Polisi Laut Selayar Amankan 2.5 ton Pupuk Ilegal, Diduga Bahan Baku Bom Ikan
Ia merincikan, lahan persawahan yang paling besar terdampak yaitu di Kecamatan Koto Tangah seluas 2 hektare. Selanjutnya di Kecamatan Lubuk Begalung seluas 1,75 hektare dan di Kecamatan Pauh seluas 1,25 hektare.
"Kemudian lahan sawah di Kecamatan Bungus Teluk Kabung seluas 1,25 hektare, di Kecamatan Kuranji seluas 0,75 hektare dan di Kecamatan Lubuk Kilangan seluas 0,25 hektare. Enam kecamatan ini gagal panen," tambahnya.
Ia menyebut, untuk kerugian yang ditimbulkan akibat gagal panen tersebut ditaksir mencapai Rp65.975.000. Selain padi, bencana banjir juga berdampak terhadap lahan pertanian lainnya seperti terong, semangka dan cabai.
Untuk mengantisipasi terjadinya hal serupa di kemudian hari, Kadis Pertanian mengimbau kepada petani yang terdampak banjir untuk ikut menjadi peserta Asuransi Usaha Tanaman Padi (AUTP). Melalui asuransi ini, petani hanya membayar Rp36.000/ha permusim tanam.
"Petani yang ikut asuransi apabila terjadi banjir, kekeringan, maupun serangan organisme pengganggu tumbuhan (OPT), akan bisa mengklaim asuransinya Rp6 juta per hektare per musim tanam," ujarnya.
Editor: Rina Hapsari
