
Penulis: Ahmad Sa'ie
TVRINews, PAMEKASAN
Puluhan nelayan asal Desa Branta Pesisir, Kecamatan Tlanakan, Kabupaten Pamekasan, Madura, selama sepekan terakhir terpaksa tidak melaut. Kondisi ini terjadi bukan karena cuaca buruk, melainkan akibat sulitnya mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar.
Pantauan di lokasi menunjukkan aktivitas puluhan nelayan di Pelabuhan Branta Pesisir kini hanya diisi dengan kegiatan memperbaiki jaring dan peralatan melaut lainnya untuk mengisi waktu luang. Kelangkaan bahan bakar telah menghentikan kegiatan operasional kapal-kapal mereka.
Salah satu nelayan setempat, Hariri, mengaku sangat terpukul dengan kondisi ini. Ia menyatakan tidak mengetahui penyebab pasti hilangnya stok solar untuk nelayan dalam sepekan terakhir.
”Sudah sepekan ini kami tidak bisa bekerja melaut karena solar sulit diperoleh, jika ada harga nya juga bukan subsidi, semoga dinas terkait bisa memberikan solusi untuk kami para nelayan di pesisir yang menggantungkan pekerjaan dengan melaut,“ ujar Hariri pada Senin, 2 Februari 2026.
Hal senada disampaikan oleh Ketua Nelayan Pamekasan, H. Warda. Ia mendesak pemerintah agar segera turun tangan menyikapi kelangkaan solar yang mengancam mata pencaharian warga pesisir tersebut.
Menurutnya, jika memang terdapat kebijakan pemangkasan kuota solar untuk sektor perikanan, seharusnya pemerintah memberikan pemberitahuan resmi agar bisa disosialisasikan kepada para nelayan, khususnya di Desa Branta Pesisir.
“Ini harus dilakukan pengecekan oleh dinas teknis terkait yang memberi rekomendasi, termasuk perlu dilakukan pengecekan dengan surat yang dilampirkan saat dilakukan pembelian di SPBU. Ini menyangkut kesejahteraan nelayan,“ tegas H. Warda.
Para nelayan berharap kondisi ini segera tertangani agar mereka dapat kembali bekerja menghidupi keluarga di tengah biaya kebutuhan pokok yang semakin mahal. Selain itu, mereka meminta pemerintah memperketat pengawasan penyaluran BBM bersubsidi agar tepat sasaran dan tidak disalahgunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.
Editor: Redaktur TVRINews
