
Penulis: Aeko
TVRINews, Bulukumba
Lonjakan pengunjung dorong pendapatan retribusi wisata Bulukumba hingga setengah miliar rupiah
Destinasi ikonik Sulawesi Selatan, Tanjung Bira, mencatat lonjakan drastis kunjungan wisatawan pada momentum libur Idul Fitri 2026.
Arus pelancong yang memadati kawasan pesisir ini memberikan dampak signifikan terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Bulukumba melalui capaian retribusi yang mencapai ratusan juta rupiah hanya dalam hitungan hari.
Berdasarkan laporan terkini, kepadatan lalu lintas menuju titik utama wisata mulai teramati sejak Minggu 22 maret hingga kamis 26 Maret 2026 dengan volume kendaraan yang terus meningkat dari siang hingga malam hari.
Fenomena ini menegaskan posisi Tanjung Bira sebagai magnet utama pariwisata regional yang belum tergantikan.
Data dari Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Bulukumba menunjukkan efektivitas ekonomi dari gelombang kunjungan ini. Dalam periode singkat antara 21 hingga 26 Maret 2026, total pemasukan dari tiket masuk kawasan tercatat menyentuh angka Rp536.625.000.
Kepala Disparpora Bulukumba, Hj. Hamrina A. Muri, menyatakan optimisme tinggi terhadap tren positif ini. Ia memproyeksikan bahwa akumulasi pendapatan tahun ini berpotensi melampaui rekor tahun lalu yang berada di kisaran Rp1 miliar.

"Lonjakan wisatawan pasca-Lebaran menjadi faktor utama meningkatnya pendapatan secara signifikan," ujar Hamrina dalam keterangannya.
Diversifikasi Destinasi
Pertumbuhan ekonomi sektor pariwisata tidak hanya terpusat pada pantai utama. Kawasan "Titik Nol" yang dikelola oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan juga melaporkan tren serupa. Menurut Kepala UPT Kawasan Bira, Mustamar, destinasi tersebut mengantongi pendapatan sebesar Rp52.765.000 pada periode yang sama.
Selain pengelolaan pemerintah, geliat ekonomi lokal juga tumbuh di wilayah Bontobahari melalui destinasi yang dikelola secara mandiri oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).
Struktur Tarif dan Aksesibilitas
Untuk menjaga keberlangsungan fasilitas dan layanan, otoritas setempat menerapkan tarif masuk yang bervariasi:
- Wisatawan Domestik: Rp20.000 (Dewasa) dan Rp10.000 (Anak-anak).
- Wisatawan Mancanegara: Rp55.000.
- Retribusi Parkir: Rp5.000 hingga Rp15.000, tergantung pada jenis kendaraan.
Peningkatan volume kunjungan ini menjadi sinyal kuat kebangkitan sektor pariwisata di Indonesia Timur, sekaligus memperkokoh reputasi Bulukumba sebagai pusat destinasi bahari unggulan di Indonesia.
Editor: Redaksi TVRINews
