
Penulis: Heri Setiawan
TVRINews, Lamongan
Kelangkaan gas elpiji 3 kilogram di Kabupaten Tuban, Jawa Timur sudah terjadi sejak beberapa hari terakhir. Dari pantauan di salah satu pangkalan elpiji di Kelurahan Karangsari, Kecamatan Tuban, puluhan warga rela berdesakan untuk mendapatkan gas tabung elpiji guna kebutuahan mereka sehari-hari.
Pemandangan di pangkalan elpiji milik Andi Mustami, di Kelurahan Karangsari ini setiap hari penuh antrian warga.
Salah satu konsumen yang sehari-hari berjualan gorengan di wilayah tersebut, Adriyanto mengatakan ia harus berkeliling untuk mendapatkan elpiji 3 kilogram tapi sulit karena stok pangkalan yang terbatas.

“Tadi saya muter-muter mencari elpiji gak dapat, disini harus antri dulu panjang tapi alhamdulilah ini dapat. Sudah tiga harian agak susah mendapatkan gas 3 kg,“ ujar Adriyanto kepada tvrinews.com, Senin, 6 April 2026.
Di Pangkalan milik Andi Mustami, dirinya mengaku dalam dua jam elpiji 3 kilogram sebanyak 180 buah langsung habis terjual. Karena jumlah tabung yang dikirim sangat terbatas warga langsung merangsek untuk mendapatkan tabung hijau subsidi dengan harga Rp18.000 tersebut.

"Dua jam saja distribusi elpiji habis mas.... karena memang agak susah mendapatkan gas 3 kilo jadi warga selalu berebut antre untuk bisa dapat elpiji, saya sendiri sebagai pangkalan juga tidak bisa dapat banyak kuota," tegas Andi.
Salah satu warga lainnya, Inawaroh juga mengatakan bahwa dirinya sangat sulit mendapatkan tabung gas 3 kilogram sejak sepekan terakhir. Sayangnya tidak semua warga beruntung mendapatkan gas elpiji begitu pula dengan dirinya, padahal sudah mengantre berjam-jam.

“Sudah lama antre malah gak dapat ini …padahal sudah berlarian mendengar elpiji dating di pangkalan," ujar Inawaroh sedih dengan menenteng kartu tanda diri sebagai syarat mendapatkan elpiji subsidi.
Warga berharap Pemerintah daerah segera turun tangan mengatasi persoalan sulitnya gas elpiji diperoleh untuk kebutuhan warga masyarakat sehingga beban masyarakat dan pelaku usaha kecil tidak semakin berat ditengah mahalnya harga sejumlah komoditas jika ditambah dengan kelangkaan elpiji bersubsidi.
Editor: Redaksi TVRINews
