
Produksi Padi Kabupaten Bojonegoro Capai 866 Ribu Ton, Masuk Tiga Besar Penghasil Gabah Terbanyak di Jawa Timur
Penulis: Sumali
TVRINews, Bojonegoro
Kabupaten Bojonegoro mencatatkan prestasi gemilang dalam sektor pertanian pada tahun 2024 dengan produktivitas panen padi mencapai 866 ribu ton.
Jumlah ini menjadikan Bojonegoro sebagai salah satu daerah penghasil gabah tertinggi ketiga di Jawa Timur, setelah Kabupaten Lamongan dan Ngawi.
Imam Nurhamid, Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Holtikultura Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Bojonegoro, menjelaskan bahwa sektor pertanian, khususnya padi, merupakan komoditas vital dalam menjaga ketahanan pangan nasional, termasuk di Bojonegoro.
"Daerah kami yang sebagian besar berada di Kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) Bengawan Solo ini sangat cocok untuk pengembangan padi. Wilayah ini sangat produktif dan tidak terkendala masalah air meskipun di tengah musim kemarau," ujar Imam.
Selain itu, Imam mengungkapkan bahwa saat ini sedang berlangsung panen raya padi untuk masa tanam September - Oktober.
Keberuntungan pun datang bagi petani Bojonegoro, karena harga gabah saat ini berada di atas Rp 6.000 per kilogram, memberikan keuntungan yang signifikan bagi petani.
“Panen raya untuk musim tanam September - Oktober sedang berlangsung, dan ini sangat menguntungkan petani karena harga gabah sedang tinggi, di atas Rp 6.000 per kilogram,” tambahnya.
Data dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Bojonegoro menunjukkan bahwa luas panen tanaman padi di Kabupaten Bojonegoro mencapai 139.810,23 hektar. Sementara luas tanam mencapai 160.042,23 hektar, dan luas baku sawah di wilayah ini adalah 83.197 hektar.
Imam juga menyatakan bahwa produksi padi di Bojonegoro relatif stabil dan bahkan cenderung meningkat dalam dua tahun terakhir.
Produksi rata-rata tahunan mencapai sekitar 866,9 ton padi kering giling, yang menempatkan Bojonegoro di posisi tiga besar penghasil gabah di Jawa Timur, bersama dengan Kabupaten Lamongan dan Ngawi.
Beberapa wilayah penyumbang terbesar hasil panen padi di Kabupaten Bojonegoro di antaranya adalah Kecamatan Boerno, Kanor, Balen, Kapas, Trucuk, dan Kalitidu, yang semuanya terletak di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) Bengawan Solo.
Dengan hasil panen yang melimpah dan harga gabah yang tinggi, Bojonegoro terus menunjukkan kemampuannya dalam mendukung ketahanan pangan, baik di tingkat provinsi maupun nasional.
Editor: Rina Hapsari
