
Celengan dari Zaman ke Zaman Sejak Abad 13 Masehi
Penulis: Hari Sukemi
TVRINews, Mojokerto
Berbicara tentang celengan, dulu saat kecil selalu diminta orang tua untuk menabung uang di celengan.
Namun, tahukah Anda jika sebenarnya celengan sudah ada sejak abad ke-14 Masehi, yaitu di zaman Majapahit.
Dan di lorong ruang Shaba Pambojana Rumah Rakyat, Pemkot Mojokerto, terlihat puluhan koleksi barang antik berupa celengan lawas dari tanah liat berusia puluhan tahun.
Puluhan koleksi barang antik koleksi dari museum Gubug Wayang itu sengaja ditempatkan di dalam kotak kaca beralaskan batu bata merah.
Celengan ini berasal dari berbagai daerah di Jawa Timur dan Yogyakarta. Terlihat di antara antik miniatur sosok pewayangan, di antaranya Bagong yang dinamai Van Dorp's Nederlandsch-Indische yang dibuat tahun 1926.
Selain itu, ada juga celengan berwujud hewan, seperti ayam, babi, kera dan gajah. Ada juga yang terbuat dari tembikar tanah liat, dan perwujudan sepasang pengantin.Celengan bentuk pengantin ini berasal dari daerah Bojonegoro dan Yogyakarta.
Di antara banyak koleksi yang paling tua adalah celengan babi lengkap dengan uang logam yang terdapat lubang tengah.
Celengan ini ditemukan di situs Kecamatan Trowulan Kabupaten Mojokerto. Diduga celengan babi ini dibuat pada abad 13 hingga 15 Masehi dan digunakan untuk menyimpan uang pada masa Kerajaan Majapahit.
Disebut celengan karena bentuknya seperti hewan babi atau bahasa jawa disebut celeng, sehingga hingga sekarang terkenal dengan istilah celengan.
Menurut salah seorang pengunjung koleksi barang antik, Toriqul Haq, pameran semacam ini perlu dilestarikan agar generasi muda dapat mengetahui akan kejayaan masa-masa sebelum Indonesia berdiri.
Selain itu dengan celengan bentuk hewan dapat memberikan semangat kepada anak-anak untuk rajin menabung.
Editor: Dadan Hardian
Editor: Admin
