
Penulis: Masrul Fajrin
TVRINews, Surabaya
Petugas gabungan melakukan pengasapan (fogging) secara massal di seluruh area Asrama Haji Embarkasi Surabaya, Jawa Timur. Langkah ini dilakukan sebagai upaya pencegahan penyebaran nyamuk Aedes aegypti penyebab Demam Berdarah Dengue (DBD) menjelang kedatangan calon jemaah haji.
Kegiatan tersebut merupakan kolaborasi antara pengelola Asrama Haji dan Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan (BBKK) Surabaya. Fogging dilakukan di seluruh area asrama sebagai langkah antisipasi sebelum kedatangan kloter pertama jemaah haji yang dijadwalkan tiba dalam waktu dekat.
Ketua Tim Kerja Pengawasan Faktor Risiko Kesehatan Lingkungan BBKK Surabaya, Yuyung Setiyowati, mengatakan pelaksanaan fogging dilakukan pada waktu yang dinilai paling efektif untuk menekan populasi nyamuk dewasa.
“Fogging kami lakukan pada pagi hari karena pada waktu tersebut nyamuk lebih aktif, sehingga diharapkan dapat lebih efektif dalam menekan perkembangbiakan vektor dengue,” ujar Yuyung saat memantau langsung kegiatan fogging, Senin, 20 April 2026.
Ia menjelaskan, penyemprotan difokuskan pada titik-titik yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk, seperti blok penginapan jemaah, area taman, saluran drainase, selokan, hingga lokasi yang berpotensi menampung air.
Menurutnya, langkah ini penting mengingat tingginya mobilitas dan kepadatan jemaah yang akan menempati asrama tersebut.
“Puluhan ribu jemaah dari Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara Timur akan singgah di sini sebelum diberangkatkan ke Tanah Suci,” jelasnya.
Selain fogging, BBKK Surabaya juga mengimbau pengelola asrama untuk rutin melakukan pemberantasan sarang nyamuk, termasuk menguras dan memeriksa tempat penampungan air secara berkala.
“Harapannya jemaah dapat beristirahat dengan nyaman dan terhindar dari risiko penyakit yang disebabkan oleh nyamuk,” tambah Yuyung.
BBKK Surabaya menegaskan komitmennya untuk terus melakukan pengawasan faktor risiko kesehatan lingkungan demi memastikan kondisi asrama tetap aman dan layak bagi para calon jemaah haji hingga proses keberangkatan selesai.
Editor: Redaktur TVRINews
