
Penulis: Langkah Bahtiar
TVRINews, Blitar
Menjelang Bulan Ramadan, Satuan Tugas (Satgas) Pangan Kota Blitar, Jawa Timur, melakukan inspeksi mendadak untuk memastikan harga dan ketersediaan bahan pokok tetap stabil.
Tim Satgas yang dipimpin Ketua Satgas Pangan Kota Blitar sekaligus Kasat Reskrim Polres Blitar Kota, AKP Rudi Kuswoyo, melakukan pemantauan ke pemasok daging ayam dan sejumlah pasar tradisional.
Hasil sidak menunjukkan adanya kenaikan harga daging ayam dan telur, meski masih dalam batas yang dinilai wajar.
Harga daging ayam di pasar tercatat berada pada kisaran Rp40.000 hingga Rp42.000 per kilogram, sementara harga telur juga mengalami penyesuaian, namun tidak signifikan.
AKP Rudi Kuswoyo menyebut, kenaikan harga ayam disebabkan oleh meningkatnya harga pakan dalam beberapa hari terakhir. Kondisi ini berdampak pada penyesuaian harga dari pemasok ke pedagang pasar.
“Kami melihat kondisi masih wajar di tingkat pedagang. Kenaikan harga ayam terjadi karena pakan juga naik sehingga produsen menyesuaikan harga. Namun semuanya masih dalam batas kewajaran,” ujarnya.
Selain ayam dan telur, Satgas juga menemukan adanya kenaikan harga cabai. Meski demikian, stok bahan pangan dipastikan aman dan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat hingga Ramadan.
Satgas Pangan menegaskan akan terus melakukan pengawasan rutin untuk mencegah praktik penimbunan maupun permainan harga. Pemerintah daerah pun menyiapkan opsi operasi pasar apabila terjadi lonjakan harga yang signifikan.
Satgas memastikan stabilitas pasokan menjadi prioritas, agar masyarakat dapat memasuki bulan Ramadan dengan tenang tanpa kekhawatiran terhadap ketersediaan bahan pokok.
Editor: Redaktur TVRINews
