Penulis: Ricardo Julio
TVRINews, Merak
Menjelang musim mudik Lebaran tahun 2026, kesiapan moda transportasi laut di lintasan tersibuk Merak-Bakauheni mulai diperketat. Tidak hanya dari sisi kelaikan armada, para kru kapal pun mulai menyiapkan diri guna menghadapi lonjakan penumpang yang diprediksi akan membludak.
Yuyun Nicolas, salah seorang pramugari di kapal ferry expres PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) yang telah mengabdi selama lebih dari dua tahun, membagikan persiapannya dalam melayani para pemudik yang akan menyeberang antar-pulau Jawa dan Sumatera.
Bagi Yuyun, menghadapi arus mudik bukan sekadar rutinitas. Padatnya jumlah penumpang menuntut para kru kapal untuk memiliki fisik yang prima. Menurutnya, kecepatan dalam pelayanan menjadi hal yang krusial saat situasi kapal sedang penuh sesak.
"Untuk saya, yang utama itu kesehatan. Soalnya penumpangnya lagi padat-padatnya, jadi harus jaga kesehatan supaya kita bisa melayani lebih cepat," ujar Yuyun saat ditemui di atas kapal ferry, Jumat 13 Februari 2026.
Dalam sistem kerjanya, para kru menerapkan sistem shift 12 jam kerja dan 12 jam istirahat guna memastikan pelayanan tetap berjalan 24 jam penuh selama masa angkutan lebaran.
Meskipun tidak ada prosedur khusus yang berbeda dari hari biasanya, Yuyun menekankan bahwa perhatian ekstra selalu diberikan kepada penumpang lanjut usia (lansia). Selain mengarahkan penumpang ke ruangan yang tersedia, kru juga siaga menghadapi keluhan kesehatan penumpang di tengah perjalanan.
"Kadang kalau mudik itu penumpangnya membludak, ada yang mabuk atau pusing. Kami menyediakan obat-obatan dan mengutamakan penumpang yang merasa sakit agar perjalanan tetap nyaman," tambahnya.
Selain faktor kelelahan, tantangan terbesar bagi para kru kapal di lintasan Selat Sunda adalah faktor cuaca. Yuyun menceritakan pengalamannya menghadapi cuaca ekstrem yang kerap terjadi, terutama berkaca pada kondisi cuaca buruk di akhir tahun lalu.
Ia pun mengimbau kepada calon pemudik yang akan melakukan perjalanan di musim lebaran 2026 nanti untuk mempersiapkan segala sesuatunya dengan matang.
"Harapan saya semoga ke depannya lebih baik lagi. Untuk penumpang, jaga kesehatan dan siapkan segala sesuatunya sebelum menyeberang. Kita tidak tahu kapan cuaca buruk datang, jadi fisik harus siap," pungkasnya.
Editor: Redaksi TVRINews
