Penulis: Reza Mahendra
TVRINews, Sumsel
Kesenian Kuda Lumping, yang menjadi warisan budaya Jawa, mendapatkan sambutan hangat di Kabupaten Muara Enim. Dimana, ratusan warga RT 06, kawasan Aik Putih, Kelurahan Muara Enim, penuh antusiasme menyaksikan pertunjukan yang dibawakan oleh Paguyuban Turonggo Cokro Budoyo dari Desa Muara Harapan.
Sebagai bentuk kearifan lokal, Kuda Lumping bukan hanya menghibur tetapi juga berfungsi sebagai alat pelestarian budaya.
Riyanto, seorang penggiat seni jaranan, menjelaskan bahwa pertunjukan ini bertujuan menjaga keberlanjutan kebudayaan Jawa di Muara Enim.
“Kami berharap Paguyuban Turonggo Budoyo mendapatkan perhatian dari pemerintah daerah, khususnya Dinas Kebudayaan Kabupaten Muara Enim,” ujarnya.
Keberadaan kesenian ini juga memberikan dampak positif pada masyarakat setempat. Selain hiburan, pertunjukan Kuda Lumping turut mendorong pertumbuhan ekonomi lokal dengan meningkatkan pendapatan pelaku usaha kecil menengah di sekitar lokasi pagelaran.
Antusiasme masyarakat yang beragam latar belakang menunjukkan penerimaan yang baik terhadap seni ini, menjadikannya salah satu contoh nyata dari keberagaman budaya yang harmonis.
Editor: Redaktur TVRINews
