
Penulis: Christina Sitinjak
TVRINews, Manokwari
Pembangunan pabrik sawit mini mulai dilakukan di Dataran Prafi, Kabupaten Manokwari, Papua Barat. Pabrik ini diharapkan mampu meningkatkan nilai jual hasil panen sawit serta memperkuat perekonomian masyarakat adat. Peletakan batu pertama berlangsung di Kampung Sambab, Distrik Masni, Selasa, 22 Januari 2026.
Pabrik sawit mini tersebut diinisiasi Kelompok Kerja Adat Majelis Rakyat Papua Barat yang berperan sebagai kontraktor melalui CV Ofroka Meryengkey dan bekerja sama dengan pengurus Koperasi Tunas Meya.
Kegiatan peletakan batu pertama dihadiri Pemerintah Distrik Masni, anggota DPR Papua Barat Fraksi Otonomi Khusus, serta perwakilan Bidang Investasi dan Pengembangan Ekonomi Masyarakat Adat Dewan Adat Papua Wilayah Tiga Doberai.
Anggota Kelompok Kerja Adat Majelis Rakyat Papua Barat, Musa Mandacan, mengatakan pembangunan pabrik sawit mini bertujuan menjawab persoalan petani sawit, terutama pengelolaan dan pemasaran hasil panen.
“Pabrik sawit mini ini dibangun untuk menjawab persoalan petani sawit, terutama terkait pengelolaan dan pemasaran hasil panen yang sampai saat ini masih menjadi kendala,” ujar Musa Mandacan saat ditemui di lokasi kegiatan.
Keberadaan pabrik sawit mini dinilai dapat meningkatkan nilai jual tandan buah segar sekaligus membantu menstabilkan perekonomian masyarakat adat yang bergantung pada sektor perkebunan sawit.
“Dengan adanya pabrik sawit mini ini, nilai jual TBS bisa meningkat dan diharapkan mampu menstabilkan perekonomian masyarakat adat yang selama ini bergantung pada perkebunan sawit,” katanya.
Musa Mandacan juga mengharapkan dukungan pemerintah provinsi dan pemerintah pusat, terutama dalam bentuk permodalan, agar pembangunan pabrik dapat segera diselesaikan dan beroperasi.
“Kami berharap ada dukungan dari pemerintah provinsi dan pemerintah pusat, terutama bantuan modal usaha, supaya pembangunan pabrik sawit mini ini bisa segera rampung dan beroperasi,” tambahnya.
Lahan perkebunan sawit di Dataran Prafi tercatat seluas sekitar 30 ribu hektare. Perkebunan tersebut telah berkembang sejak 1982 dan masih menyimpan potensi besar untuk dikembangkan.
Pembangunan pabrik sawit mini ini diharapkan menjadi solusi jangka panjang bagi peningkatan kesejahteraan petani sawit serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat adat di Dataran Prafi, Kabupaten Manokwari.
Editor: Redaktur TVRINews
