
Banjir Tiga Pekan Picu Peningkatan Kasus Penyakit di Kabupaten Banjar
Penulis: Andi Syam
TVRINews – Kabupaten Banjar
Banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Banjar selama hampir tiga pekan terakhir mulai berdampak pada kondisi kesehatan masyarakat. Dinas Kesehatan setempat mencatat adanya peningkatan kasus penyakit yang dialami warga di daerah terdampak banjir
Ratusan warga dilaporkan mengalami gangguan kesehatan, terutama dalam beberapa hari terakhir. Penyakit yang muncul didominasi infeksi kulit serta gangguan pencernaan akibat paparan air banjir yang tidak higienis.
Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar menyebutkan, penyakit yang paling banyak ditemukan antara lain kutu air, diare, hingga infeksi yang diduga berkaitan dengan paparan air tercemar.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar, Widya Wiri Utami, menjelaskan bahwa kondisi lingkungan yang lembap dan terendam air dalam waktu lama menjadi pemicu utama munculnya berbagai penyakit tersebut.
“Banjir yang berlangsung cukup lama mulai memicu peningkatan penyakit di masyarakat, terutama infeksi kulit seperti kutu air dan penyakit kulit akibat bakteri, yang ditandai dengan ruam kemerahan hingga berair, baik pada anak-anak maupun orang dewasa,” ujar Widya.
Ia menambahkan, keterbatasan akses terhadap air bersih turut memengaruhi meningkatnya kasus diare di wilayah terdampak banjir.
“Sebagian warga terpaksa menggunakan air yang kualitasnya menurun. Kondisi ini berisiko menimbulkan diare. Selain itu, kami juga mewaspadai potensi penyakit akibat paparan air yang tercemar kencing tikus,” tambahnya.
Adapun wilayah yang tercatat cukup terdampak meliputi Kecamatan Martapura, Martapura Timur, Martapura Barat, serta Kecamatan Sungai Tabuk.
Dinas Kesehatan mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan menerapkan langkah pencegahan, seperti menjaga kebersihan diri, menghindari kontak langsung dengan air banjir, serta menggunakan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.
Petugas kesehatan juga meminta warga segera memeriksakan diri ke fasilitas layanan kesehatan terdekat apabila mengalami gejala penyakit, sembari menunggu kondisi banjir surut dan lingkungan kembali aman.
Editor: Redaksi TVRINews
