
Penulis: Riadatussholihah
TVRINews, Kabupaten Lombok Timur
RSUD Dokter Raden Soejono mencatat peningkatan sekitar 10 persen kasus serangan jantung dan stroke dalam satu hingga dua pekan setelah Idulfitri.
Humas RSUD, Muksan Efendi, menjelaskan lonjakan kasus tersebut didominasi oleh pasien dengan riwayat penyakit jantung dan stroke yang mengalami kekambuhan.
“Berdasarkan data rumah sakit, jumlah kasus meningkat dari sekitar 1.000 selama Ramadan menjadi kurang lebih 1.100 kasus pada periode setelah Lebaran,” ujar Muksan Efendi, Rabu, 1 April 2026.
Ia menyebutkan, peningkatan ini kemungkinan dipicu oleh pola makan yang tidak terkontrol, konsumsi makanan tinggi lemak, serta kelelahan akibat aktivitas selama dan setelah perayaan Idulfitri.
Sebagian besar pasien, datang dalam kondisi darurat dan membutuhkan penanganan intensif di ruang perawatan jantung maupun unit gawat darurat. Kondisi ini menjadi perhatian serius tenaga medis karena memerlukan pengawasan ketat.
Untuk mengantisipasi lonjakan pasien, pihak rumah sakit meningkatkan kesiapsiagaan dengan memastikan ketersediaan obat-obatan, alat medis, tenaga kesehatan siaga 24 jam, serta kesiapan ruang perawatan intensif dan peralatan penunjang.
Muksan Efendi juga mengimbau masyarakat, khususnya yang memiliki faktor risiko seperti hipertensi, diabetes, dan kolesterol tinggi, agar lebih menjaga pola hidup sehat.
“Pemeriksaan kesehatan secara rutin dan pengelolaan stres sangat penting untuk mencegah serangan jantung maupun stroke,” tambahnya.
Pihak rumah sakit menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan pelayanan kesehatan, khususnya dalam penanganan kasus kegawatdaruratan jantung, guna menekan angka komplikasi dan kematian akibat penyakit tersebut.
Editor: Redaktur TVRINews
