
Penulis: Asrulliadi
TVRINews, Aceh Selatan
Dinas Pertanian Aceh Selatan menyiapkan tiga langkah strategis untuk menghadapi potensi dampak El Nino yang dapat memicu kekeringan dan menurunkan produktivitas pertanian, terutama pada lahan persawahan.
Wilayah Aceh Selatan memiliki luas lahan persawahan mencapai 6.949 hektar yang tersebar di 14 kecamatan. Dalam kondisi normal, setiap hektar mampu menghasilkan sekitar 5 hingga 6 ton gabah. Namun, ancaman kekeringan diperkirakan dapat memengaruhi hasil produksi tersebut.
Langkah pertama yang dilakukan adalah optimalisasi sistem irigasi. Pemerintah daerah memastikan jaringan irigasi tetap berfungsi guna memenuhi kebutuhan air bagi petani.
Langkah kedua, petani diarahkan menyesuaikan pola tanam, termasuk memilih varietas padi yang lebih tahan kekeringan serta mengatur jadwal tanam sesuai kondisi cuaca.
Sementara itu, langkah ketiga berupa penyiapan bantuan sarana produksi seperti pompa air dan benih unggul untuk mendukung produktivitas di tengah potensi kekeringan.
Kepala Dinas Pertanian Aceh Selatan, Nyaklah, menyampaikan sosialisasi terus dilakukan agar petani lebih siap menghadapi perubahan iklim dan dapat menekan risiko gagal panen.
“Kami telah menyiapkan langkah antisipasi, mulai dari perbaikan irigasi, pengaturan pola tanam, hingga bantuan sarana produksi, agar hasil pertanian tetap optimal,” kata Nyaklah, Senin, 6 April 2026.
Dengan luas lahan dan potensi produksi yang besar, upaya ini diharapkan mampu menjaga stabilitas produksi gabah di Aceh Selatan meski menghadapi El Nino. Pemerintah daerah juga mengimbau petani untuk berkoordinasi dengan penyuluh pertanian guna memperoleh pendampingan selama musim kering.
Editor: Redaksi TVRINews
