
Penulis: Riadatussholihah
TVRINews, Kabupaten Lombok Barat
Pemerintah pusat hingga kini belum menetapkan target serapan jagung tahun 2026 untuk wilayah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Meski demikian, Perum Bulog Wilayah NTB menegaskan komitmennya untuk tetap menyerap hasil produksi jagung petani di daerah tersebut.

Kepala Perum Bulog Wilayah NTB, Mara Kamin Siregar, mengatakan pada tahun 2025 Bulog NTB mencatat kinerja serapan jagung yang cukup tinggi. Dari target nasional sebesar 116 ribu ton, Bulog NTB berhasil menyerap sekitar 27 ribu ton atau setara 23,73 persen.
“Pada tahun 2025, Bulog NTB berhasil menyerap sekitar 27 ribu ton jagung petani. Capaian ini menempatkan NTB sebagai salah satu wilayah dengan kinerja serapan jagung tertinggi secara nasional,” ujar Mara Kamin Siregar, Jumat, 9 Januari 2026.
Ia menjelaskan, meskipun hingga saat ini target serapan jagung tahun 2026 belum ditetapkan oleh pemerintah pusat, Bulog NTB tetap siap menyerap hasil panen petani.
Kesiapan tersebut dilakukan melalui koordinasi dengan pemerintah daerah, aparat keamanan, serta kelompok tani.
“Walaupun target serapan tahun 2026 belum ditetapkan, Bulog NTB tetap siap menyerap produksi jagung petani melalui koordinasi dengan pemerintah daerah, aparat keamanan, dan kelompok tani agar penyerapan berjalan lancar dan tepat sasaran,” katanya.
Dari sisi sarana dan prasarana, Bulog NTB juga memastikan kesiapan gudang penyimpanan. Saat ini, kapasitas penyimpanan jagung Bulog NTB mencapai sekitar 12.300 ton dan akan terus dioptimalkan sesuai kebutuhan di lapangan.
Sementara itu, Ketua salah satu kelompok tani di Desa Lembar Selatan, Muzaki, berharap Bulog dapat segera menyerap hasil panen jagung petani secara merata, terutama di tengah tingginya biaya produksi saat ini.
“Kami berharap Bulog segera melakukan penyerapan hasil panen jagung petani secara merata dengan harga sesuai ketetapan, karena biaya produksi jagung saat ini cukup tinggi,” ujar Muzaki.
Saat ini Bulog NTB menyerap jagung petani dengan harga Rp5.500 per kilogram di tingkat lahan dan Rp6.400 per kilogram untuk jagung kering dengan kadar air 14 persen.
Harga tersebut diharapkan dapat memberikan kepastian bagi petani sekaligus menjaga stabilitas pasar jagung di Nusa Tenggara Barat.
Editor: Redaktur TVRINews
