
Cuaca Ekstrem, Nelayan Koba Hentikan Aktivitas Melaut Selama Dua Hari
Penulis: Sela Agustika
Kabupaten Bangka Tengah
Gelombang tinggi dan angin kencang dalam beberapa hari terakhir membuat para nelayan di Kecamatan Koba, Kabupaten Bangka Tengah, menghentikan seluruh kegiatan melaut. Kondisi cuaca yang tidak stabil ini langsung berdampak pada pendapatan harian mereka yang bergantung sepenuhnya pada hasil tangkapan laut.
Sudah dua hari para nelayan memutuskan tidak ke laut karena gelombang diperkirakan melampaui batas aman.
Dimana, pada situasi normal mereka biasanya memulai aktivitas sejak pagi dan kembali pada sore hari untuk menjual hasil tangkapan. Namun, cuaca buruk membuat seluruh kegiatan tersebut praktis terhenti.
Yudhi Sabara, Kepala BPBD Bangka Tengah menagtakan jika sejumlah nelayan mengaku memilih menunggu hingga kondisi laut kembali tenang.
Terlebih, ketidakpastian cuaca membuat mereka tidak bisa memperkirakan kapan dapat kembali melaut, sementara pendapatan harian berhenti total.
“Perkiraan cuaca menunjukkan kondisi gelombang tinggi dan angin kencang dapat berlangsung hingga beberapa bulan ke depan,” ucapnya
Selain itu, ia juga mengingatkan masyarakat pesisir, terutama nelayan, untuk terus memantau informasi cuaca dari BMKG sebelum melakukan aktivitas di laut. Imbauan tersebut penting untuk meminimalkan risiko kecelakaan akibat perubahan cuaca yang cepat.
“Kami mengimbau warga di daerah rawan bencana untuk mengikuti informasi dari BMKG. Jika kondisi tidak memungkinkan, aktivitas melaut sebaiknya ditunda terlebih dahulu,” ujar Yudhi Sabara, Kepala BPBD Bangka Tengah.
Cuaca ekstrem sebelumnya juga menyebabkan banjir rob di sejumlah wilayah pesisir Bangka Belitung.
“Kami tidak bisa melaut karena gelombangnya besar. Perahu kami kecil sehingga tidak aman untuk dipaksakan,” kata Rustam, nelayan Koba.
“Sekarang kami kesulitan mendapatkan ikan karena tidak bisa turun ke laut,” tambah Muhammad Yani, nelayan lainnya.
Editor: Redaktur TVRINews
