
Kolaborasi Kemanusiaan Serap 7,6 Ton Hasil Tani Aceh untuk Pemulihan Pascabencana
Penulis: Christhoper Natanael Raja
TVRINews, Aceh
Sejumlah pihak dari sektor swasta memperkuat upaya pemulihan masyarakat terdampak bencana di Aceh dengan pendekatan yang berfokus pada kebutuhan lapangan dan keberlanjutan ekonomi warga.
Langkah ini dilakukan tidak hanya melalui bantuan darurat, tetapi juga dengan mendorong perputaran ekonomi petani lokal.
Pasca banjir bandang dan longsor, bantuan yang disalurkan mencakup kebutuhan dasar masyarakat terdampak, seperti tenda pengungsian, sumber listrik cadangan, perangkat komunikasi, perlengkapan ibadah, obat-obatan, popok bayi dan lansia, selimut, alat penjernih air, hingga peralatan memasak.
Bantuan pangan juga disiapkan untuk menopang kebutuhan harian warga selama masa tanggap darurat.
Selain itu, ribuan kilogram bahan pangan disalurkan, mulai dari beras, makanan siap saji, minyak goreng, kurma, kopi, hingga pakaian anak-anak.
Bantuan ini ditujukan untuk memastikan kebutuhan dasar warga tetap terpenuhi di tengah keterbatasan pascabencana.
Upaya pemulihan kemudian dilanjutkan dengan penyerapan hasil pertanian petani setempat. Total hasil tani yang dibeli mencapai lebih dari 7,6 ton, terdiri dari komoditas durian, kopi, dan cabai.
Langkah ini dilakukan untuk membantu petani tetap memperoleh penghasilan meski aktivitas ekonomi sempat terganggu akibat bencana.
Hasil pertanian tersebut selanjutnya disalurkan ke sejumlah pasar tradisional di berbagai wilayah.
Skema distribusi ini diharapkan dapat menjaga kesinambungan rantai pasok pangan sekaligus membantu menstabilkan ekonomi petani lokal.
Pendekatan pemulihan yang menggabungkan bantuan kemanusiaan dan penguatan ekonomi ini dinilai lebih berdampak bagi masyarakat terdampak.
Tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan jangka pendek, langkah tersebut juga memberi ruang bagi warga untuk kembali bangkit dan beraktivitas secara mandiri.
Editor: Redaksi TVRINews
