Penulis: Toni Triyadi
TVRINews, Karawang
Perum Jasa Tirta (PJT) II menutup sejumlah pintu bendung untuk mengurangi debit air menyusul jebolnya tanggul irigasi Kalimalang di Kabupaten Karawang, Jawa Barat.
“Kami tadi sudah melihat tanggul yang jebol. Ketinggian air (Dipemukiman) yang awalnya sekitar 20 sentimeter, saat ini sudah mencapai 50 sentimeter,” ujar Bupati Karawang, Aep Syaepuloh.
Aep menjelaskan, penanganan awal dilakukan dengan mengendalikan aliran air di Sungai Kalimalang yang berasal dari Bendung Curug pasokan air menuju wilayah Jakarta.
“Aliran air dari Bendung Curug yang mengalir ke Jakarta sebelumnya sekitar 50 ribu meter kubik per detik. Namun kami sudah berkoordinasi dan saat ini pasokan air dikurangi dengan meminta penutupan pintu bendung,” ucapnya.
Ia menambahkan, pengurangan debit air mulai berdampak sejak siang hari.
“Alhamdulillah, mulai pukul 11.00 WIB debit air sudah dikurangi menjadi sekitar 20 ribu meter kubik per detik,” imbuhnya.
Penutupan pintu bendung dilakukan sebagai langkah sementara untuk menekan luapan air ke kawasan permukiman warga, sambil menunggu penanganan darurat pada titik tanggul yang jebol.
Hingga saat ini, petugas gabungan masih melakukan pemantauan di lapangan. Warga diimbau tetap waspada mengingat potensi hujan dan luapan susulan masih dapat terjadi.
Editor: Redaktur TVRINews
