
Jembatan Gantung Garuda Permudah Akses Warga Magelang
Penulis: Dhian Adhie
TVRINews, Yogyakarta.
Pembangunan Jembatan Gantung Garuda di Desa Balekerto, Kecamatan Kaliangkrik, Kabupaten Magelang, diharapkan mampu mempermudah akses dan mobilitas warga antarwilayah. Jembatan ini menjadi bagian dari program nasional TNI dalam membantu penyediaan infrastruktur dasar bagi masyarakat.
Pada Januari 2026, Korem 072/Pamungkas membangun dua jembatan gantung di Kabupaten Magelang. Pemilihan jembatan gantung disesuaikan dengan kondisi medan serta kebutuhan warga karena dinilai lebih efektif dan cepat dibangun dibandingkan jembatan beton.
Jembatan Gantung Garuda di Balekerto direncanakan memiliki bentang sekitar 35 meter dan diperuntukkan bagi pejalan kaki serta sepeda motor. Meski tidak dapat dilalui kendaraan roda empat, keberadaan jembatan tersebut dinilai cukup membantu aktivitas harian warga.
Komandan Korem 072/Pamungkas, Brigjen TNI Bambang Sujarwo, menyebut pembangunan jembatan ini menjadi wujud kehadiran negara melalui TNI untuk mempermudah akses masyarakat.
"Memang ada program pembuatan jembatan secara nasional yang tujuannya untuk mempermudah akses masyarakat dimana mungkin ini bisa kita diliat sendiri jalan sudah terputus jembatan tidak ada yang mungkin selama ini di pakai untuk akses masyarakat yang menghubungkan antar desa, dan disinilah kehadiran negara saat ini melalui TNI kita membuat jembatan gantung di tempat ini," jelas Brigjen TNI Bambang Sujarwo, Jum'at, 23 Januari 2026.
Pembangunan jembatan gantung ditargetkan selesai dalam waktu kurang lebih satu bulan. Penerapan sistem kerja paralel dilakukan untuk mempercepat proses pengerjaan.
Kepala Desa Balekerto, Kastholani, menyambut baik pembangunan jembatan tersebut.
“Senang sekali bahagia sekali dan satu kehormatan bagi warga kami karena nanti dengan terbangunnya Jembatan Gantung Garuda ini akan mempermudah akses warga kami”, ujar Kastholani, 22 Januari 2026.
Dalam proses pembangunan, TNI melibatkan sekitar 10 personel yang terdiri dari dua teknisi dan delapan anggota Kodim. Sekitar 15 warga setempat juga turut bergotong royong membantu pekerjaan di lapangan.
Jembatan Gantung Garuda akan menghubungkan Dusun Pungungan, Desa Balekerto, Kecamatan Kaliangkrik, dengan Dusun Kaliduren, Desa Sukodadi, Kecamatan Bandongan. Selama ini, warga harus memutar sejauh sekitar dua kilometer atau menempuh waktu lebih dari 20 menit untuk mencapai wilayah seberang. Dengan hadirnya jembatan ini, mobilitas warga diharapkan menjadi lebih mudah, aman, dan cepat.
Editor: Redaksi TVRINews
