
Penulis: Agus Wahyudi
TVRINews, Sultra
Perum Bulog Kantor Wilayah Sulawesi Tenggara memastikan ketersediaan stok beras di wilayahnya berada dalam kondisi aman. Hingga awal tahun 2026, puluhan ribu ton beras telah disiapkan dan disebar sebagai langkah antisipasi terhadap potensi gangguan distribusi logistik akibat kondisi cuaca.
Kepala Kantor Wilayah Perum Bulog Sulawesi Tenggara, Benhur Ngkaimi, menyatakan bahwa stok beras Bulog di Sulawesi Tenggara saat ini berada pada posisi aman dengan total mencapai sekitar 76 ribu ton. Stok tersebut tersimpan di seluruh gudang Bulog yang tersebar di wilayah daratan maupun kepulauan.
“Sejak awal tahun 2026, Bulog Sultra telah melakukan pengisian serta pendistribusian stok beras hingga ke wilayah kepulauan seperti Wakatobi, Baubau, dan Raha,” tambah Benhur, Selasa (3/2/2026).
Langkah ini dilakukan sebagai upaya antisipasi terhadap kondisi cuaca pada pertengahan tahun, khususnya pada periode Juni hingga Agustus, yang biasanya kurang mendukung kelancaran distribusi logistik. Meski demikian, Bulog Sultra masih menghadapi kendala berupa keterbatasan kapasitas gudang.
Saat ini, total daya tampung gudang induk Bulog di Sulawesi Tenggara hanya sekitar 30 ribu ton, sementara target pengadaan beras tahun 2026 mencapai 119 ribu ton setara beras. Kondisi tersebut menuntut pengelolaan stok yang lebih optimal dan terencana.
Sebagai solusi, Kantor Pusat Bulog menugaskan Bulog Sulawesi Tenggara untuk menyuplai beras ke empat provinsi lain, yakni Papua, Maluku, Sulawesi Tengah, dan Sulawesi Utara. Total volume beras yang disalurkan ke empat provinsi tersebut mencapai sekitar 44 ribu ton, sehingga dapat membantu mengurangi beban kapasitas gudang di Sulawesi Tenggara.
Pengiriman beras ke empat provinsi tersebut telah dimulai sejak Januari 2026 dan ditargetkan rampung paling lambat pada Maret 2026. Selain untuk memenuhi kebutuhan pangan di daerah tujuan, kebijakan ini juga menjadi bagian dari strategi Bulog dalam menjaga stabilitas stok beras nasional serta memastikan ketersediaan pangan di Sulawesi Tenggara tetap aman.
Editor: Redaksi TVRINews
