
Penulis: Harapan Sagala
TVRINews, Tapanuli Utara
Pembangunan 103 Unit Hunian Tetap atau HUNTAP bagi warga terdampak bencana Hidrometerologi di Kabupaten Tapanuli Utara tepatnya di Desa Dolok Nauli Kecamatan Adiankoting mengalami keterlambatan progress pembangunan dari jadwal yang telah ditetapkan.
Hingga saat ini, Senin 16 Maret 2026, sejumlah unit rumah yang seharusnya sudah rampung, masih dalam tahap pengerjaan,
Keterlambatan pembangunan tersebut dinilai disebabkan oleh proses pengerjaan yang kurang optimal di lapangan.
Dari 103 unit Hunian Tetap yang akan dibangun, dilokasi terlihat Beberapa bagian bangunan masih sedang dikerjakan bahkan masih dalam tahap awal pembangunan, sehingga dipastikan belum dapat ditempati oleh warga penerima manfaat hingga menjelang Idul Fitri 2026 ini,ujar warga
Hunian tetap ini sebelumnya direncanakan sebagai solusi permanen bagi masyarakat yang kehilangan tempat tinggal akibat bencana alam yang melanda wilayah Tapanuli Utara. Namun dengan molornya pengerjaan hingga saat ini warga penerima bantuan harus menunggu lebih lama untuk dapat menempati rumah tersebut.
Diketahui, sebanyak 103 unit rumah bantuan merupakan dukungan dari Menteri Maruarar Sirait yang disalurkan melalui Yayasan Buddha Tzu Chi untuk pembangunan hunian tetap bagi korban bencana di Desa Dolok Nauli, Kecamatan Adiankoting, Kabupaten Tapanuli Utara. Selain itu, untuk Kerja sama pembangunan Hunian tetap tersebut melibatkan tiga perusahaan kontraktor, yakni CV Dinamika Jaya Amerta, CV Tangga Batu, dan CV Aek Jordan.
Terkait hal ini, Dinas Tataruang dan Pemukiman Kab.Taput belum memberikan keterangan penyebap tidak optimalnya pembangunan Huntap.
Warga berharap kepada Pemerintah daerah dan pihak pelaksana dapat mempercepat proses pembangunan sehingga hunian tetap ini segera selesai dan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat yang membutuhkan.
Editor: Redaksi TVRINews
