
Gerindra dan Wali Kota Surabaya Perkuat Kolaborasi Pembangunan Kota
Penulis: Masrul Fajrin
TVRINews, Surabaya
DPC Partai Gerindra Surabaya dan Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, sepakat memperkuat kolaborasi pembangunan kota. Kesepakatan ini tercapai dalam pertemuan silaturahmi Halal Bihalal usai Hari Raya Idul Fitri.
Kolaborasi tersebut mencakup sinergi program strategis antara pemerintah kota dan legislatif untuk menekan angka kemiskinan serta mengurangi pengangguran.
Ketua DPC Gerindra Surabaya, Cahyo Harjo Prakoso, menjelaskan bahwa pertemuan digelar di ruang kerja Wali Kota Surabaya pada pekan kedua April 2025. Kunjungan ini merupakan bentuk balasan atas perhatian Eri Cahyadi yang kerap hadir dalam kegiatan partai.
"Kami datang dalam suasana Syawal untuk bersilaturahmi sekaligus menyampaikan permohonan maaf, baik secara pribadi maupun atas nama partai, atas segala kekurangan dalam perjuangan kami untuk masyarakat Surabaya," ujar Cahyo.
Dalam diskusi tersebut, Cahyo menyebut pihaknya menerima banyak masukan terkait program pembangunan kota. Ia menilai sejumlah program Pemkot Surabaya sejalan dengan arah kebijakan pemerintah pusat.
"Kami mendapatkan banyak pandangan dari beliau, dan ternyata banyak program strategis di Surabaya yang selaras dengan program strategis Presiden," jelas anggota Komisi E DPRD Jatim ini.
Cahyo menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, legislatif, dan masyarakat. Menurutnya, keberhasilan program bergantung pada sinergi yang berkelanjutan.
"Kuncinya adalah gotong royong antara pemerintah, legislatif, dan tokoh masyarakat. Itu yang membuat program berjalan dan berdampak nyata bagi masyarakat," ucapnya.
Sementara itu, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyampaikan apresiasi kepada DPC Gerindra atas dukungan yang konsisten. Ia menekankan bahwa sinergi antara pemerintah dan legislatif menjadi kunci dalam meningkatkan kesejahteraan warga.
"Saya matur nuwun dengan Gerindra. Banyak hal yang kita bahas terkait langkah-langkah Pemkot Surabaya untuk pemasyarakatan warga, mulai dari pembangunan hingga pendidikan," ujar Eri.
Eri juga menyoroti capaian Surabaya dalam menekan angka kemiskinan. Saat ini, angka kemiskinan di Kota Pahlawan tercatat berada di titik terendah sepanjang sejarah.
"Alhamdulillah, tidak ada sejarah di Surabaya angka kemiskinan di bawah 4 persen. Bahkan saat Covid masih 4,3 persen, kini sudah turun menjadi 3,59 persen," jelasnya.
Pemerintah kota terus memperkuat program intervensi untuk menjangkau masyarakat yang membutuhkan, termasuk bantuan rumah tidak layak huni dan bantuan sosial lainnya.
"Saya matur nuwun atas support dan dukungan dari Partai Gerindra, sehingga program-program ini bisa berjalan dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat," pungkas Eri.
Editor: Redaksi TVRINews
