
Penulis: Makmur Hamdalah
TVRINews - Cirebon
Kampung Arab Panjunan, Kota Cirebon, kembali menghadirkan bubur harisah sebagai sajian khas Ramadan. Bubur berbahan daging kambing dan rempah Timur Tengah ini dibagikan gratis kepada masyarakat sebagai menu berbuka puasa pada Minggu, 22 Februari 2026 hari ini.
Bubur harisah telah menjadi tradisi keluarga keturunan Sech Mohammad Islam Bayasut sejak diperkenalkan pada 1918. Awalnya dibuat untuk para musafir yang singgah di Cirebon selama Ramadan, kini bubur ini dinikmati masyarakat luas saat berbuka puasa.

Secara tampilan, bubur harisah berwarna coklat dengan tekstur lembut. Rempah khas Timur Tengah seperti kayu manis, cengkeh, kapulaga, dan lainnya berpadu dengan daging kambing untuk menghasilkan cita rasa yang khas.
Menjelang berbuka, bubur dikemas dan dibagikan kepada jamaah masjid serta warga sekitar secara cuma-cuma.
Fatimah Bayasut, salah satu pembuat bubur, mengatakan tradisi ini diwariskan turun-temurun hingga generasi ketiga.
“Bubur harisah berbeda dari bubur biasa karena menggunakan racikan rempah khas Timur Tengah, mulai dari kayu manis, cengkeh, kapulaga, dan lainnya. Tradisi ini hanya ada saat Ramadan dan terus kami pertahankan,” ujarnya.
Warga pun antusias menyambut tradisi ini. Ali, salah satu penerima bubur, mengaku senang dapat membawa pulang beberapa bungkus untuk keluarga.
“Tahun ini baru pertama kali ambil bubur harisah. Ini dipakai untuk takjil, dan sangat membantu untuk istri dan anak-anak,” katanya.
Meski biaya pembuatan bubur ditanggung pribadi, keluarga Bayasut tetap berkomitmen mempertahankan tradisi sebagai bentuk sedekah sekaligus melestarikan budaya kuliner khas Timur Tengah di Cirebon.
Editor: Redaksi TVRINews
