
Penulis: Edi Kusnadi
TVRINews, Jambi
Menjelang Iduladha 2026, Pemerintah Kabupaten Sarolangun mempercepat pelaksanaan vaksinasi penyakit pada hewan ternak. Langkah ini dilakukan untuk mencegah penyebaran penyakit menular seperti Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) serta penyakit ngorok, sekaligus memastikan ketersediaan hewan kurban yang sehat.
Melalui Dinas Peternakan dan Perikanan, Pemkab Sarolangun terus mengintensifkan vaksinasi sebagai langkah antisipatif terhadap potensi penyebaran penyakit, khususnya pada sapi dan kerbau.
Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Sarolangun, Setiadi, menyebut hingga awal April 2026 belum ditemukan kasus baru penyakit pada hewan ternak di wilayah tersebut.
“Hingga awal April 2026, kami memastikan belum ditemukan kasus baru pada sapi maupun kerbau. Namun demikian, vaksinasi tetap kami percepat sebagai langkah pencegahan,” ujar Setiadi, Senin, 20 April 2026.
Meski kondisi saat ini masih nol kasus, pemerintah tetap fokus melaksanakan vaksinasi tahap pertama tahun 2026 untuk menjaga situasi tetap terkendali. Posisi Sarolangun yang menjadi jalur strategis lalu lintas ternak antarprovinsi turut menjadi perhatian karena berpotensi meningkatkan risiko penularan penyakit.
“Percepatan vaksinasi menjadi bagian penting dalam menghadapi Iduladha, mengingat mobilitas dan permintaan hewan ternak biasanya meningkat menjelang hari raya kurban,” tambahnya.
Pemerintah daerah juga mengimbau para peternak untuk segera mengikuti program vaksinasi serta menjaga kesehatan hewan ternaknya. Upaya ini diharapkan dapat mencegah penyebaran penyakit sekaligus menjamin ketersediaan hewan kurban yang layak dan sehat.
Editor: Redaktur TVRINews
