
Penulis: Makmur Hamdalah
TVRINews, Cirebon
Banjir besar merendam wilayah ujung timur Kabupaten Cirebon, khususnya di Kecamatan Pasaleman dan Kecamatan Losari. Ketinggian air dilaporkan mencapai 1,5 meter, menenggelamkan permukiman warga dan memutus akses antar desa.
Banjir terjadi setelah Sungai Cisanggarung dan Sungai Cinangkelok meluap akibat hujan dengan intensitas tinggi sejak malam hari. Luapan air mengalir cepat ke kawasan permukiman dan menyebabkan ribuan warga terdampak.
Tiga desa yang terdampak paling parah adalah, Desa Singkup, Desa Cilengkrang Girang, Desa Cilengkrang Induk.
Di tiga lokasi tersebut, air masuk ke rumah warga sejak malam hari dan terus mengalami kenaikan.
Seorang warga menuturkan bahwa banjir terjadi sangat cepat.

“Hujan besar, dua sungai meluap. Bukan hanya rumah yang terendam, banjir juga melumpuhkan akses jalan,” ujarnya, Jumat (13/2/2026).
Pada awalnya sebagian warga memilih bertahan di rumah masing-masing. Namun, naiknya debit air memaksa mereka mengungsi. Petugas gabungan dikerahkan mengevakuasi warga menggunakan perahu karet.
Kapolsek Waled, AKP Mochamad Fadhilirian, mengatakan evakuasi diprioritaskan bagi warga lanjut usia dan mereka yang tinggal dekat tanggul sungai.
“Kami mengerahkan perahu karet untuk mengevakuasi warga, terutama lansia yang rumahnya dekat tanggul. Setelah dievakuasi, mereka langsung mendapat pengecekan kesehatan karena terjebak semalaman, dan alhamdulillah dalam kondisi sehat,” dalam keterangan yang diterima tvrinews.com, Jumat (13/2/2026).
Dinas Sosial Kabupaten Cirebon telah menyalurkan bantuan makanan siap saji bagi warga terdampak di sejumlah titik pengungsian.
Hingga saat ini petugas gabungan masih bersiaga untuk memantau perkembangan debit air sekaligus memastikan kebutuhan dasar para pengungsi terpenuhi.
Editor: Redaksi TVRINews
