Penulis: Irfan Mihzan
TVRINews, Baubau
Menteri Pertahanan (Menhan) RI, Jenderal TNI (Purn.) Sjafrie Sjamsoeddin, mengingatkan seluruh prajurit TNI agar senantiasa menjaga kemanunggalan dengan rakyat. Pesan ini disampaikan Menhan saat menyambangi prajurit TNI Angkatan Darat Batalyon 823 Raja Wakaka di Kota Baubau, Sulawesi Tenggara, pada Selasa, 4 November 2025.
Dalam kunjungannya, Menhan Sjafrie menegaskan bahwa TNI berasal dari rakyat, sehingga tidak boleh ada prajurit yang menyakiti hati rakyat.
"Seluruh prajurit Batalyon 823 Raja Wakaka harus senantiasa hadir untuk melindungi dan membantu masyarakat, serta terus meningkatkan disiplin juga profesionalitas," ujar Menhan, dikutip Rabu 5 November 2025.
Selain itu, prajurit juga memiliki kewajiban mutlak untuk menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Strategi Pertahanan: Satu Batalyon per Kabupaten/Kota
Kehadiran 1.000 prajurit TNI AD di Batalyon 823 Raja Wakaka merupakan bagian dari strategi besar pertahanan negara dalam menjaga kedaulatan NKRI yang wilayahnya sangat luas, mencakup 514 kabupaten/kota.
Menhan Sjafrie menjelaskan bahwa idealnya akan ditempatkan satu batalyon di setiap kabupaten/kota, di mana setiap batalyon akan diisi oleh 1.000 prajurit TNI Angkatan Darat. Batalyon di Baubau ini diharapkan menjadi yang terbaik di seluruh Komando Daerah Militer (Kodam) dengan kemampuan tinggi.
Saat ini, pembangunan sarana dan prasarana Batalyon 823 Raja Wakaka di Kecamatan Sorawolio telah mencapai 70 persen. Ditargetkan, para prajurit sudah dapat menempati pangkalan baru tersebut pada akhir tahun 2025.
Editor: Redaksi TVRINews
