
Penulis: Arief Masbuchin
TVRINews, Malang
Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Putu Kholis Aryana melanjutkan agenda sambang kamtibmas dengan menyapa langsung warga di Balai RW 05, Jalan Cendrawasih, Kelurahan Sukun, Kecamatan Sukun, Sabtu, 31 Januari 2026.
Kegiatan ini menjadi ruang dialog terbuka antara kepolisian dan masyarakat untuk menampung aspirasi, keluhan, serta masukan warga demi menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang kondusif.
Dalam pertemuan tersebut, Kombes Pol Putu Kholis berdialog langsung dengan warga dan mendengarkan berbagai persoalan, mulai dari isu lingkungan, sosial, hingga pelayanan publik. Aspirasi yang disampaikan warga dicatat untuk dicarikan solusi bersama.
“Melalui silaturahmi ini kami ingin mendengar langsung keluhan masyarakat. Kita cari solusi bersama agar lingkungan tetap harmonis dan aman,” ujar Putu Kholis.
Salah satu keluhan yang mencuat adalah durasi lampu lalu lintas di Simpang Empat Dieng yang dinilai terlalu lama dan kerap memicu kemacetan.
Menanggapi hal itu, Satlantas Polresta Malang Kota akan berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan Kota Malang untuk mengevaluasi dan menyesuaikan pengaturan lalu lintas dengan kondisi di lapangan.
Kapolresta juga menekankan pentingnya sinergi lintas sektor dalam menyelesaikan persoalan sosial.
Ia mendorong penyelesaian masalah secara preventif dan humanis melalui peran aktif warga, RT/RW, sekolah, serta pembinaan oleh fungsi Binmas dan Bhabinkamtibmas, terutama agar persoalan tidak berujung pada proses hukum yang dapat merugikan masa depan anak.
Polresta Malang Kota, lanjut Putu Kholis, siap menjembatani keluhan masyarakat yang berkaitan dengan kebijakan maupun kewenangan Pemerintah Kota Malang.
Ia meminta para Bhabinkamtibmas untuk aktif berkoordinasi dengan pemkot agar setiap persoalan sosial dapat segera ditangani secara tepat.
Terkait program SIM BHABIN, Kapolresta menegaskan bahwa layanan tersebut dirancang untuk mempermudah akses komunikasi dan pelayanan kepolisian di tingkat kelurahan.
“SIM BHABIN adalah sarana pelayanan dan komunikasi antara polisi dan warga. Sosialisasi akan terus ditingkatkan agar masyarakat memahami manfaatnya, mulai dari pengaduan, konsultasi, hingga pembinaan kamtibmas,” jelasnya.
Menutup kegiatan, Putu Kholis menegaskan sambang kamtibmas menjadi bagian dari upaya menjaga kondusivitas wilayah hingga tingkat lingkungan terkecil melalui kolaborasi dengan masyarakat.
“Kami ingin kehadiran Polri benar-benar dirasakan. Dengan komunikasi yang baik, persoalan bisa diselesaikan sejak dini sehingga Kota Malang tetap aman dan nyaman,” pungkasnya.
Editor: Redaktur TVRINews
