
Penulis: Chairil Ansyorie
TVRINews, Bengkulu
Polda Bengkulu menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Lintas Sektoral Operasi Ketupat Nala tahun 2026 sebagai langkah persiapan pengamanan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah. Kegiatan ini dilakukan guna menyamakan persepsi serta memperkuat sinergi antarinstansi dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat selama momentum Ramadan hingga Idul Fitri.
Rakor ini merupakan tindak lanjut dari Rakor Lintas Sektoral tingkat pusat yang sebelumnya telah dilaksanakan pada 2 Maret 2026 di Jakarta.
“Melalui kegiatan ini, kita berharap dapat menyamakan persepsi, memperkuat koordinasi, dan memastikan kesiapan seluruh unsur terkait dapat berjalan dengan baik, pelaksanaan Operasi Ketupat Nala 2026 bertujuan menjamin keamanan dan ketertiban masyarakat selama Ramadan hingga Idul Fitri 1447 H, sekaligus mengoptimalkan pelayanan Polri sebagai wujud kehadiran negara di tengah masyarakat,” ujar Kapolda Bengkulu, Irjen Pol Mardiyono, pada Senin, 9 Maret 2026.
Operasi Ketupat Nala 2026 dijadwalkan berlangsung selama 13 hari, terhitung mulai tanggal 13 hingga 25 Maret 2026. Data tren Operasi Ketupat pada tahun sebelumnya menunjukkan perkembangan positif. Pada tahun 2024 tercatat sebanyak 232 kasus kriminalitas, sementara pada tahun 2025 menurun menjadi 190 kasus atau turun sebesar 18,1 persen. Penurunan juga terjadi pada angka kecelakaan lalu lintas, dari 44 kasus pada 2024 menjadi 31 kasus pada 2025, atau turun 29,5 persen.
Polda Bengkulu juga telah melakukan pemetaan terhadap sejumlah potensi kerawanan, yang meliputi 59 titik rawan kemacetan, 58 titik rawan bencana alam, 45 titik rawan kecelakaan lalu lintas, dan 59 titik rawan kriminalitas. Untuk mengantisipasi hal tersebut, sebanyak 2.141 personel gabungan dari TNI, Polri, dan instansi terkait akan diterjunkan, didukung dengan 36 pos pengamanan, pos pelayanan, serta pos terpadu di titik-titik strategis.
Selain itu, pengamanan akan difokuskan pada 3.180 lokasi kegiatan masyarakat seperti masjid, lokasi salat Idul Fitri, dan tempat wisata. Petugas juga disiagakan di 68 objek vital yang mencakup terminal, bandara, pelabuhan, pasar, hingga pusat perbelanjaan.
“Dalam mengantisipasi berbagai potensi kerawanan tersebut, Polda Bengkulu telah menyiapkan langkah mitigasi melalui rekayasa lalu lintas, apel siaga dan patroli gabungan, serta optimalisasi layanan polisi 110 yang gratis dan aktif 24 jam, agar masyarakat dapat dengan mudah melaporkan kejadian atau meminta bantuan polisi,” jelas Kapolda Bengkulu.
Berdasarkan prediksi BMKG, kondisi cuaca pada bulan Maret akan didominasi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang. Hal ini menjadi perhatian khusus karena berpotensi menimbulkan bencana banjir, tanah longsor, atau pohon tumbang yang dapat menghambat kelancaran arus mudik dan balik.
“Selain langkah pengamanan, Polda Bengkulu juga terus mendorong kegiatan sosial melalui pengecekan stabilitas pangan dan stok bapokting, pelaksanaan program Senin sosialisasi, silaturahmi bersama tokoh masyarakat, tokoh adat dan tokoh agama, serta komunitas kepemudaan dan seluruh elemen masyarakat,” tambah Kapolda Bengkulu.
Polda Bengkulu menyatakan komitmennya untuk terus meningkatkan keamanan dan ketertiban masyarakat, sekaligus mendukung program ketahanan pangan guna mewujudkan swasembada pangan pada tahun anggaran 2026.
Editor: Redaktur TVRINews
