Penulis: Sugiarta
TVRINews, Banjarmasin
Masyarakat Kota Banjarmasin diminta untuk meningkatkan kewaspadaan dalam menghadapi perubahan cuaca ekstrem pada tahun ini. Berdasarkan prediksi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), musim kemarau tahun 2026 diperkirakan akan datang lebih awal dengan sifat di bawah normal, atau jauh lebih kering dibandingkan kondisi biasanya.
Fenomena ini diprediksi mulai memasuki wilayah Banjarmasin pada April 2026 dan akan mencapai puncaknya pada Agustus mendatang. Menanggapi kondisi tersebut, Pemerintah Kota Banjarmasin secara resmi telah mengeluarkan Surat Edaran Walikota tentang Imbauan Kesiapsiagaan Menghadapi Musim Kemarau.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Banjarmasin, H. Husni Thamrin, menekankan pentingnya peran aktif dari seluruh lapisan masyarakat dalam melakukan pencegahan dini. Langkah mitigasi kolektif dinilai sangat krusial untuk mengurangi risiko bencana, mulai dari kekeringan hingga kebakaran lahan.
"Semua harus terlibat, mari kita bahu-membahu mencegah hal-hal yang tidak diinginkan. Mitigasi bersama ini bertujuan mengurangi risiko terhadap diri sendiri, keluarga, maupun lingkungan sekitar. Surat imbauan ini mulai diberlakukan per 1 April 2026," ujar Husni Thamrin, pada Selasa 31 Maret 2026.
Ia juga menambahkan bahwa potensi kebakaran lahan pada tahun ini perlu diwaspadai secara serius. Hal ini mengingat kondisi kekeringan yang diprediksi akan serupa dengan situasi yang pernah terjadi pada tahun 2023 silam.
Sebagai langkah konkret di lapangan, BPBD Kota Banjarmasin telah menyiagakan berbagai sarana dan prasarana (sarpras) penanggulangan bencana. Selain kesiapan fisik, dalam waktu dekat BPBD juga berencana menggelar Focus Group Discussion (FGD) yang melibatkan seluruh stakeholder terkait kebencanaan.
FGD ini diharapkan dapat menjadi landasan bagi berbagai sektor untuk menyusun strategi mitigasi yang lebih komprehensif. Upaya tersebut dilakukan guna meminimalisir dampak buruk yang mungkin timbul akibat perubahan iklim, seperti krisis air bersih hingga ancaman kabut asap.
Editor: Redaktur TVRINews
