Penulis: Erasmus Nagi Noi
TVRINews, Labuan Bajo
Beberapa hari terakhir Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Labuan Bajo, terjadi antrian kendaraan yang sangat panjang akibat kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) kendaraan di daerah wisata super premium, menyebabkan terhambatnya aktifitas pariwisata di kota Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat Provinsi NTT.
Hal ini menuai protes dari pelaku pariwisata terutama penyedia transportasi, mereka merasa dirugikan karena waktu pengisian BBM kendaraan harus mengantri lama.
"Kami ini yang usaha usaha jasa transportasi melayani tamu, jelas sudah terjadwal, tamu kita banyak yang membatalkan pesanan karena kami lama mengantri BBM di SPBU. Kami, harus mengantri 3 sampe 4 jam, belum lagi sudah lama-lama mengantri BBM habis, sebutan wisata premium tidak pantas kalo pelayanan BBM seperti ini." Kesal Tio, pelaku pariwisata di Labuan Bajo kepada TVRINews.com, Senin, 08 Juli 2024 Pagi.
Lanjutnya khusus di SPBU Prundi Serenaru, sering terjadi antrian mobil jenis truck karena dari 4 SPBU di Labuan Bajo yang menyediakan BBM Jenis Biosolar hanya tersedia di SPBU ini. Tio juga berharap pemerintah dalam hal ini PT. Pertamina (Persero) mampu mengatasi masalah ini.
Kendala Perbaikan Jalan
Sementara itu Pihak PT. Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus (Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara) yang di hubungi TVRI News.com melalui Pesan WhatsApp menjelaskan, antrian kendaraan di beberapa SPBU di Labuan Bajo karena terhambatnya pasukan BBM diakibatkan perbaikan jalan yang sangat berbahaya jika dipaksakan.
"Selamat pagi, info pagi ini karena adanya perbaikan jalan dan jalan licin unsafe untuk mobil tangki di daerah Cireng jalur Ruteng - Lembor - Labuan Bajo, bisa membahayakan jika tetap jalan. Terlampir saya sampaikan video" kata Ahad Rahedi, Area Manager Communication Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus.
Rehadi menambahkan pihaknya tetap mencari solusi bekerja sama dengan pihak kepolisian.
"Saat ini kita dapat prioritas lewat, mobil tangki dari reo dikawal polisi sampe bajo, sampai periode perbaikan". Ungkapnya.
Editor: Rina Hapsari
