
Pantai Pangandaran
Penulis: Ntang SR
TVRINews, Pangandaran
Momentum libur panjang Lebaran 2026 membuat kawasan obyek wisata Pantai Barat Pangandaran berubah menjadi lautan manusia. Di balik kepadatan wisatawan tersebut, muncul masalah klasik yang terus berulang, yakni terpisahnya anak-anak dari orang tua mereka.
Berdasarkan data terbaru dari petugas Badan Penyelamat Wisata Tirta (Balawista) Pangandaran, jumlah anak yang dilaporkan tersesat atau tertinggal dari rombongan mengalami peningkatan signifikan. Liano, salah seorang petugas Balawista Pangandaran, mengungkapkan bahwa hingga saat ini tercatat sudah lebih dari 160 anak yang ditemukan tersesat. Angka ini melonjak tajam dari laporan sebelumnya yang berada di angka 100 anak.

"Dari awal liburan hingga hari ini, jumlahnya terus bertambah. Saat ini tercatat 160 lebih anak tersesat di sepanjang Pantai Barat. Mayoritas adalah anak-anak di bawah umur," ujar Liano saat dimintai keterangan di lokasi.
Petugas pengawas pantai yang berjaga di setiap pos terus menyisir area keramaian. Setiap kali ditemukan anak yang kebingungan, petugas langsung membawanya ke pos pengawas dan mengumumkannya melalui pengeras suara yang terpasang di titik-titik strategis. Beruntung, koordinasi yang cepat membuahkan hasil positif. Liano menegaskan bahwa seluruh anak yang ditemukan telah berhasil dipertemukan kembali dengan keluarga mereka.
"Alhamdulillah, semuanya sudah kita kembalikan kepada orang tuanya masing-masing," tegasnya.
Salah satu kejadian dialami oleh Eki, bocah asal Tegal. Ia bersama seorang temannya mengaku awalnya asyik berenang di sekitar Pos 1 pengawas pantai. Namun, saat hendak kembali, ia kehilangan jejak orang tuanya di tengah ribuan pengunjung. Untuk sementara waktu, Eki dan temannya diamankan di kantor Balawista sambil menunggu orang tua mereka datang menjemput setelah mendengar pengumuman dari petugas.
Mengingat kunjungan wisatawan yang diprediksi masih akan terus bertambah, pihak Balawista mengimbau dengan sangat agar para orang tua meningkatkan kewaspadaan.
"Kondisi pantai saat ini sangat padat, benar-benar menjadi lautan manusia. Kami mohon para orang tua untuk memberikan pengawasan ekstra. Jangan biarkan anak-anak beraktivitas tanpa pantauan langsung," tutup Liano.
Editor: Redaksi TVRINews
