Penulis: Yudi Gromiko
TVRINews, Sumatera Selatan
Akses vital penghubung antar desa di Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan, terputus setelah jembatan yang menghubungkan Kecamatan Kandis menuju Kecamatan Rantau Alai ambruk akibat dihantam arus deras sungai. Peristiwa ini terjadi di Desa Mura Kumbang, Kecamatan Kandis.
Jembatan sepanjang kurang lebih 10 meter tersebut sebelumnya menjadi jalur utama masyarakat untuk beraktivitas, termasuk menuju wilayah Kabupaten Ogan Komering Ilir.
Ambruknya jembatan diduga disebabkan tingginya debit air sungai ogan yang menggerus pondasi hingga mengalami longsor dan menyebabkan badan jembatan runtuh.
Warga setempat kini harus bergotong royong membangun jembatan darurat dari bambu.
Akses tersebut hanya bisa dilalui oleh pejalan kaki dan kendaraan roda dua dengan kehati-hatian, sementara kendaraan roda empat tidak dapat melintas sama sekali.
Kapolres Ogan Ilir, AKBP Bagus Suryo Wibowo, mengimbau masyarakat agar lebih waspada saat melintas di jalur darurat tersebut.
“Kami mengimbau kepada masyarakat yang melintas agar dilakukan pada siang hari saja, karena kondisi penerangan yang minim pada malam hari sangat berbahaya,” ujar Bagus, dikutip Rabu, 25 Maret 2026.
Sementara itu, pihak Dinas Pekerjaan Umum Dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Ogan Ilir memastikan bahwa perbaikan jembatan akan segera dilakukan agar akses transportasi warga dapat kembali normal.
Warga berharap pemerintah segera melakukan penanganan cepat mengingat jembatan tersebut merupakan jalur utama yang menunjang aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat.
Editor: Redaktur TVRINews
