
Penulis: Tio Furqan Pratama
TVRINews-Padang, Sumatera Barat
Sebanyak 103 warga di tujuh titik pengungsian Padang menerima pengobatan gratis guna mengantisipasi penyakit pascabencana.
Kepolisian Daerah Sumatera Barat (Polda Sumbar) melalui Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) mengerahkan tim medis untuk memberikan layanan kesehatan darurat bagi warga terdampak banjir di Kota Padang.
Langkah proaktif ini menyasar tujuh lokasi pengungsian utama guna memitigasi risiko kesehatan yang muncul setelah bencana hidrometeorologi tersebut. Berdasarkan data terkini, tercatat sebanyak 103 warga telah menjalani pemeriksaan medis dan mendapatkan pengobatan secara cuma-cuma.
Respons Cepat Penanganan Penyakit
Kondisi lingkungan yang lembap dan terpapar air banjir mulai memicu berbagai keluhan kesehatan di kalangan pengungsi. Plt. Kabiddokkes Polda Sumbar, dr. Faizal, menjelaskan bahwa tim di lapangan menemukan tren penyakit yang umum terjadi setelah banjir.
"Hingga sore hari, tim kami telah melayani 103 pasien. Keluhan terbanyak yang ditemukan adalah demam, batuk, flu, gatal-gatal, gangguan pencernaan, serta hipertensi," ujar dr. Faizal dalam keterangan resminya yang dikutip Senin 19 Januari 2026.
Data medis menunjukkan konsentrasi pasien tertinggi berada di Posko Huntara Lubuk Buaya dengan 26 orang, diikuti oleh Posko Tabing Banda Gadang dengan 19 orang.
Selain dua lokasi tersebut, tim medis juga disiagakan di Batu Busuk, Lubuk Minturun, Gunung Nago, Gurun Laweh, dan Nanggalo.
Prioritas Masa Tanggap Darurat
Selain memberikan penanganan langsung, pihak kepolisian memastikan ketersediaan logistik medis, termasuk vitamin dan obat-obatan esensial, tetap mencukupi untuk menghadapi cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi.
Kabidhumas Polda Sumbar, Kombes Pol Susmelawati Rosya, menegaskan bahwa kehadiran tim medis merupakan bagian integral dari operasi kemanusiaan kepolisian di wilayah terdampak.
"Selain pengamanan lokasi, aspek kesehatan warga menjadi prioritas utama kami. Kami ingin memastikan masyarakat tetap mendapatkan akses medis yang layak di masa tanggap darurat ini," kata Kombes Pol Susmelawati.
Polda Sumbar menyatakan komitmennya untuk melanjutkan kegiatan bakti kesehatan ini secara situasional. Evaluasi akan terus dilakukan guna menyesuaikan kebutuhan medis di lapangan selama beberapa hari ke depan, seiring dengan upaya pemulihan pascabencana di ibu kota provinsi tersebut
Editor: Redaktur TVRINews
