Penulis: Harry Saktiono
TVRINews, Lamongan
Sebanyak 1.840 rumah dan belasan ribu hektar lahan sawah dan tambak di Lamongan, Jawa Timur terendam banjir imbas luapan sungai Bengawan Jero. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lamongan mencatat dampak kerugian yang ditimbulkan mencapai Rp4 miliar.
Bencana banjir akibat luapan sungai bengawan jero yang terus meluas di Wilayah Kabupaten Lamongan , Jawa Timur banjir melanda 27 Desa ada di lima Kecamatan . Dengan dampak kerugian materiil yang cukup signifikan.
Pelaksana Tugas Kepala BPBD Kabupaten Lamongan M. Naim mengungkapkan bahwa intensitas hujan yang tinggi mengakibatkan meningkatnya debit air Sungai Bengawan Jero.
Adapun Wilayah dengan dampak terparah berada di Kecamatan deket Kalitengah, Turi, Karangbinangun dan Glagah.
“Dampak banjir cukup luas di lima kecamatan tersebut. Sawah dan tambak yang tergenang kurang lebih mencapai 12 ribu hektare, dengan estimasi kerugian sekitar Rp4 miliar,” ujar M. Naim Minggu,11 Januari 2026
Ia menjelaskan, BPBD Lamongan bersama Pemerintah Kabupaten Lamongan terus melakukan langkah-langkah penanganan darurat dan mitigasi guna meminimalkan dampak lanjutan akibat banjir.
Sejumlah bantuan logistik telah disalurkan kepada warga terdampak melalui koordinasi lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD)
Selain merendam pemukiman warga, banjir juga menenggelamkan 12 ribu hektar lahan sawah dan tambak dengan kerugian mencapai milyaran rupiah.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD ) dan Dinas PU dan Sumber Daya Alam terus berupaya meminimalisir dampak banjir luapan Bengawan Jero salah satunya mengoptimalkan penggunaan pompa air yang ada.
Namun demikian, upaya pengendalian banjir menghadapi kendala akibat tingginya muka air Sungai Bengawan Solo.
Kondisi ini menyebabkan pintu air Kuro harus ditutup, karena elevasi air Bengawan Jero lebih tinggi dibandingkan Kali Blawi, sehingga menghambat pembuangan air dari pemukiman.
Di sisi lain, BPBD Lamongan juga mengantisipasi potensi gangguan kesehatan selama banjir berlangsung. Koordinasi dengan Dinas Kesehatan dilakukan untuk membuka posko layanan kesehatan gratis di Desa-desa terdampak.
"Pos pelayanan kesehatan sudah kami aktifkan di setiap balai desa terdampak bekerja sama dengan Puskesmas. Warga yang mengalami keluhan kesehatan dapat segera memeriksakan diri," pungkas Naim
Editor: Redaktur TVRINews
