
Penulis: Badar Wabula
TVRINews, Kendari
Sejumlah komoditas di pasar modern maupun pasar tradisional di Kota Kendari terpantau mengalami kenaikan harga. Namun, Pemerintah Kota memastikan kenaikan tersebut masih berada dalam batas wajar.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Kendari, Abdul Rauf, menjelaskan bahwa hasil pemantauan di pasar tradisional menunjukkan komoditas seperti bawang, tomat, dan daging ayam mengalami fluktuasi harga paling cepat.
“Pasokan bawang masih bergantung dari luar daerah sehingga rentan terhadap gangguan distribusi dan kenaikan biaya transportasi. Sementara harga tomat sangat dipengaruhi faktor cuaca. Memasuki musim hujan di Sulawesi Tenggara, produksi dan distribusi komoditas hortikultura kerap terhambat, sehingga berdampak pada harga di tingkat pasar,” ujar Abdul Rauf.
Untuk komoditas daging ayam, Abdul Rauf menambahkan bahwa Kota Kendari memiliki distributor dari peternak lokal di wilayah perbatasan kota. Namun, tingginya permintaan membuat pasokan sering kewalahan. Terlebih, beberapa wilayah perbatasan memiliki kawasan pertambangan dengan kebutuhan daging ayam yang besar, sehingga sebagian produksi lokal terserap ke daerah tersebut.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa kenaikan harga saat ini masih wajar dan tidak menunjukkan lonjakan signifikan.
Pemerintah Kota Kendari akan terus memantau kondisi pasar dan melakukan intervensi bila diperlukan untuk memastikan ketersediaan pasokan tetap aman dan harga bahan pokok terkendali selama Ramadan hingga menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.
Editor: Redaktur TVRINews
